Investasi Sektor Minerba 2019 Lebihi Target, Tembus USD 6,5 Miliar

Katakabar.com - Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono mencatat total realisasi investasi sektor mineral dan batu bara (minerba) pada tahun 2019 sebesar USD 6,502 miliar. Angka ini melebihi target pemerintah yakni USD 6,175 miliar.

"Jadi ada lebih sekitar 105 persen dari realisasi dari target yang dicapai 2019," kata Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono di Komplek DPR MPR RI, Jakarta, Selasa (11/2).

Investasi pertambangan minerba merupakan belanja modal yang dilakukan oleh pelaku usaha sektor pertambangan. Pelaku usaha sektor pertambangan terbagi menjadi beberapa jenis seperti kontrak karya, PKP2B, IUPK, IUP, IUP OP Khusus dan IUJP.

Realisasi investasi didominasi oleh investasi izin usaha jasa pertambangan sebanyak 39 persen. Lalu investasi dari pelaku usaha pertambangan lainnya berupa prasarana dan mesin sebanyak 30 persen.

Aktiva tak berwujud sebesar 13 persen. Sisanya 18 persen untuk bangunan, kapal, kendaraan dana alat-alat lainnya.

Rencana 2020

Terkait rencana investasi tahun 2020, pihaknya menargetkan USD 7,749 miliar karena masih ada pabrik pengolahan dan pabrik pemurnian.

Lalu pada tahun 2021 targetnya berkurang menjadi USD 5,697 miliar. Alasannya karena pembangunan smelter sudah mulai berkurang. "Karena pembangunan smelter sudah mulai berkurang di tahun 2022 dan seterusnya," kata Bambang.

Terbukti dari rencana realisasi investasi pada tahun berikutnya terus berkurang. Misalnya tahun 2022 berkurang jadi USD 4,359 miliar.

Tahun 2023 berkurang lagi jadi USD 3.229 miliar. Terakhir pada tahun 2024 menjadi USD 3,178 miliar. Merdeka.com

 

 

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait