Italia Dikepung Virus Corona, Seluruh Wilayah Dikarantina

Katakabar.com - Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte tadi malam mengumumkan seluruh wilayah Italia dikarantina karena wabah virus corona kian menyebar di negara itu.

"Semua aturan di zona merah kini diperpanjang ke semua wilayah nasional," kata Conte dalam jumpa pers tadi malam. Dia juga mengumumkan pelarangan terhadap semua acara di ruang publik.

Conte menuturkan kebijakan ini diambil untuk melindungi warga, terutama mereka yang rawan terinfeksi corona. Pengumuman Conte terjadi setelah kemarin terjadi kerusuhan di sejumlah penjara lantaran tahanan dilarang bertemu keluarga yang hendak menengok.

Laman CNN melaporkan, Selasa (10/3), sejauh ini 97 orang sudah meninggal di Italia sejak Minggu lalu. Total korban meninggal kini mencapai angka 463 orang. Italia sudah mendata 9.172 kasus corona, terbanyak di Eropa.

Akhir pekan lalu sejumlah larangan bepergian sudah diumumkan untuk di beberapa wilayah. Kini di seluruh kawasan Italia dikarantina mengikuti apa yang sudah dilakukan di wilayah utara negara itu. Ini adalah respons paling serius yang diterapkan di luar China daratan ketika wabah ini mulai menyebar dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei.

Koordinator Unit Gawat Darurat di wilayah Lombardy Antonio Pesenti mengatakan kepada CNN, sistem kesehatan Lombardy kini berada satu langkah dari kelumpuhan dalam menghadapi wabah corona.

"Sekarang kita terpaksa merawat pasien unit gawat darurat di ruang koridor. Kami mengosongkan semua bagian di rumah sakit untuk memberi ruang bagi orang yang sakit serius," kata dia.

Posenti menyebut dia melihat "tsunami pasien" yang berdatangan ke rumah sakit dan diperkirakan akan ada 18.000 orang harus dirawat akhir bulan ini jika virus terus menyebar.

Hampir 16 juta warga kini diisolasi di wilayah Lombardy dan 14 provinsi di Italia juga mengalami hal sama mulai tadi malam.

"Saya tidak pernah mengalami kejadian seperti ini," kata Posenti.

Presiden Lombardy Atillo Fontana dalam pernyataannya mengatakan kebijakan isolasi mungkin tidak cukup.

"Langkah penting, tapi saya khawatir, masih belum cukup," kata Fontana.

"Jumlah pasien di Lombardy dan di seantero negeri memperlihatkan wabah ini terus meluas. Dengan konsekuensi yang ada kini kita kelebihan beban di berbagai rumah sakit, terutama di unit gawat darurat." Merdeka.com

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait