Jawab Kritikan, Sekda Rohul Klaim JRR Sudah Terjadwal

Pasir Pengaraian, katakabar.com - Iven olahraga jelajah rimba Rokan Hulu yang dilaksanakan menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-75 dan HUT Kabupaten Rokan Hulu ke-21 sukses dilaksanakan.

Namun, sebelum dan sesudah pelaksanaan JRR itu, kritikan masih terus berdatangan. Masyarakat menilai pelaksanaan JRR sangat bertolak belakang dengan kampanye kesehatan yang sering disampaikan oleh Bupati Rohul Sukiman tentang kewajiban melaksanakan protokol kesehatan, yakni menjaga jarak dan tidak berkumpul dalam skala yang ramai.

Menanggapi tingginya angka korban positif covid-19 di Rokan Hulu, Sekda Rohul Abdul Haris yang diwawancara seusai rapat paripurna di DPRD Rohul kemarin mengatakan, Pemkab Rohul menanggapi hal tersebut sebagai kritikan positif.

"Terhadap masyarakat yang mengatakan Pemkab Rohul tega, kami menganggapnya itu sebagai kritikan yang positif dan kedepan, kami akan evaluasi kembali," kata Sekda, Rabu kemarin.

Kata Haris, pelaksanaan JRR sudah terjadwal sehingga tak bisa ditunda. "Penerapannya juga sudah pakai protokol kok," katanya.

Sebelumnya, Kadis Pariwisata Rokan Hulu Syofwan saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu mengatakan, sepanjang masa pandemi aktivitas pariwisata di Rohul dihentikan sementara sampai batas waktu yang tak ditentukan.

Soal itu, Haris berkilah. Kata dia, pelaksanaan JRR bertepatan dengan diterapkannya Adaptasi Kenormalan Baru di Rokan Hulu.

"Enggaklah. Kita sedang Adaptasi Kenormalan Baru kok. Ga masalah itu kalau pariwisata dibuka," klaimnya.

Kemudian, terkait melonjaknya angka masyarakat positif Covid-19 di Rokan Hulu, Haris mengatakan terdapat saat ini terdapat 17 kasus yang bertumpu di PTPN V.

"17 orang karyawan PTPN V Sei Rokan yang positif Covid-19," ujarnya.

Meski begitu, Haris mengapresiasi PTPN V Sei Rokan yang telah melakukan langkah-langkah pembatasan ketat, terutama akses keluar masuk perusahaan serta mengendepankan protokol kesehatan.  

"Kemarin saya sudah lihat kesana (PTPN V Sei Rokan). Mereka sudah bikin pembatasan akses masuk. Memang kalau kegiatan tidak dikurangi, kan mereka ikuti protokol kesehatan," pungkasnya.

Editor : Anggi

Berita Terkait