Jelang Trump Lengser, Menantu Kunjungi Arab Saudi dan Qatar

Katakabar.com - Menantu sekaligus penasihat senior Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Jared Kushner akan mengunjungi Arab Saudi dan Qatar pekan ini. Kunjungan Kushner merupakan upaya mencapai kesepakatan diplomatik lebih lanjut di kawasan Timur Tengah sebelum Trump resmi lengser dari Gedung Putih.

Rencana kunjungan Kushner diketahui lewat sebuah laporan dari Wall Street Journal pada Minggu (29/11).

Kunjungan tersebut akan fokus pada penyelesaian perselisihan antara Qatar dan aliansi yang dipimpin Saudi, tapi sejumlah masalah lain juga dapat masuk dalam agenda.

Perjalanan itu dilakukan beberapa hari setelah pembunuhan seorang ilmuwan nuklir Iran yang diduga dibunuh oleh Israel, sehingga meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut.

Dilansir AFP, sejauh ini Kushner telah terlibat dalam upaya kesepakatan di Timur Tengah dan telah mengembangkan hubungan dengan penguasa de facto Saudi, Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS).

Perselisihan antara Qatar dan aliansi yang dipimpin Saudi telah lama membara.

Arab Saudi, UEA, Mesir, dan Bahrain telah memberlakukan embargo udara, laut, dan darat di Qatar sejak Juni 2017. Mereka menilai Doha terlalu dekat dengan Iran dan kelompok Islam radikal. Namun Qatar membantah tuduhan tersebut.

Dalam beberapa bulan terakhir, Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA) telah mengumumkan kesepakatan normalisasi hubungan dengan Israel di bawah kesepakatan Abraham Accords yang ditengahi oleh Washington.

Sudan pada prinsipnya juga setuju untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.

Keprihatinan bersama atas Iran, secara bertahap membawa Israel dan negara-negara Teluk menjadi lebih dekat. Laporan media Israel menyebut pada 23 November, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu disebut telah melakukan pembicaraan rahasia dengan Arab Saudi.

Pembicaraan diam-diam itu memunculkan spekulasi bahwa Israel kemungkinan bergerak untuk mendekati normalisasi hubungan dengan kekuatan Teluk terbesar.

Kendati demikian, baik Riyadh maupun Tel Aviv hingga kini memilih bungkam dan membantah telah terjadi pertemuan antara Netanyahu dan MBS.

 

CNN Indonesia

 

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait