'GeNose' Diberlakukan di KAJJ

Jukla Anyar Perjalanan Orang Moda Transportasi Dalam dan Luar Negeri

  • Reporter: Sahdan
  • 28 Januari 2021, 17:41:29 WIB
  • Lingkungan, Nusantara, Internasional

Jakarta, katakabar.com - Merujuk terbitnya dua Surat Edaran Satgas (SE) Penanganan Covid 19, Kemenhub Republik Indonesia menerbitkan SE Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Perjalanan Orang untuk moda transportasi dalam negeri dan internasional, tentang perpanjangan penerapan protokol kesehatan perjalanan dalam negeri dan internasional mulai hari ini 26 Januari hingga 8 Februari 2021 nanti.

“Merujuk dari kebijakan dari Satgas Covid 19, dan melihat tingkat penularan Covid 19 di Indonesia masih tinggi, dilakukan perpanjangan penerapan protokol kesehatan secara ketat untuk perjalanan orang baik di dalam negeri maupun internasional mulai 26 Januari hingga 8 Februari 2021,” ujar juru bicara Kemenhub RI, Adita Irawati di Jakarta, Selasa (26/1) lalu.

Kedua SE Satgas Penanganan Covid 19 per 26 Januari 2021, SE Nomor 5 Tahun 2021 Tentang Perpanjangan Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease (Covid 19) dan SE Satgas Penanganan Covid 19 Nomor 6 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional Dalam Masa Pandemi Pandemi Corona Virus Disease (Covid 19).

Kemenhub menindaklanjutinya dengan menerbitkan 5 SE, dimana 4 SE untuk perjalanan orang di dalam negeri, meliputi SE 8 Tahun 2021 (Transportasi Darat), SE 9 Tahun 2021 (Transportasi Laut), SE 10 Tahun 2021 (Transportasi Udara), dan SE 11 Tahun 2021 (Perkeretaapian).

Untuk perjalanan internasional melalui transportasi udara diterbitkan satu SE Kemenhub, SE 12 Tahun 2021, jelasnya.

Isi dari kelima SE Kemenhub tersebut ujar Adita, prinsipnya sama dengan SE sebelumnya yang sudah berakhir masa berlakunya pada 25 Januari 2021 lalu.

Tapi ada beberapa penambahan. Pertama, kewajiban individu yang mau melakukan perjalanan dengan kereta api wajib menunjukkan surat keterangan hasil pemeriksaan 'GeNose' atau Rapid Test Antigen atau RT-PCR yang menyatakan negatif Covid 19, yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3x24 jam sebelum jam keberangkatan untuk perjalanan KA antar kota di Pulau Jawa dan Sumatera.

“Penerapan pengecekan kesehatan lewat “GeNose” pada moda kereta api mulai pada 5 Februari 2020 di dua kota dulu, Jakarta dan Yogyakarta, dimana titik-titik stasiunnya ditetapkan operator,” bebernya.

Kedua, pada moda transportasi darat diatur mengenai penerapan tes secara acak (random) menggunakan rapid test antigen atau 'GeNose' pada angkutan sungai, danau, dan penyeberangan dan kendaraan bermotor umum, meliputi angkutan antar lintas batas negara, antarkota antarprovinsi, antarkota dalam provinsi, antarjemput antarprovinsi, dan pariwisata.

“Pelaksanaan SE ini dapat dievaluasi sewaktu-waktu, disesuaikan dengan kondisi dan dinamika yang terjadi di lapangan."

Kemenhub menginstruksikan kepada seluruh operator transportasi agar memenuhi semua ketentuan dan memberikan sosialisasi yang memadai kepada seluruh anggota masyarakat.

Kepada para calon penumpang, Kemenhub terus mengimbau untuk dapat mengikuti ketentuan dan selalu menjalankan protokol kesehatan, imbuhnya.

Editor : Sahdan

Berita Terkait