Menilik Dugaan Kasus Dana BOKT

Kadiskes dan Kapus di Rohul Penuhi Panggilan Polisi

Pasir Pengaraian, katakabar.com - Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi Riau bagian Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sudah tiga hari lamanya di Kabupaten Rokan Hulu. Tim penyidik Tipikor tersebut sudah memanggil sejumlah Kepala Puskesmas (Kapus) hingga Kepala Dinas Kesehatan (kadis Dinkes) Kabupaten Rokan Hulu untuk diperiksa terkait dugaan kasus Bantuan Operasional Tambahan (BOKT) tahun anggaran 2020 lalu.

Di hari ketiga, Kamis (29/7) sekitat pukul 11.10 WIB siang, giliran Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Rokan Hulu, dr Novil, terlihat datangi Mapolres Rokan Hulu, guna penuhi panggilan penyidik seputar dugaan kasus dana BOKT lewat APBN tahun anggaran 2020 lalu.

"Begitu tiba di Mapolres Kabupaten Rokan Hulu, sang Dirut RSUD langsung ke ruang pemeriksaan."

Sayang, pemeriksaan puluhan Kepala Puskesmas (Kapus) hingga Kadiskes dan Kepala RSUD Rohul belum diketahui terkait dugaan kasus apa saja selain insentif tenaga kesehatan (BOKT). Tapi, pastinya pemeriksaan tersebut sita perhatian masyarakat Kabupaten Rokan Hulu. 

Pihak penyidik maupun Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Narto belum memberikan jawaban atau gelar konferensi pers terkait pemeriksaan Kadiskes Rokan Hulu, dr Bambang, Direktur RSUD Rohul dan puluhan Kapus dugaan kasus BOKT tahun 2020.

Kepala Puskesmas Kecamatan Kepenuhan Hulu, Faizal kepada katakabar.com mengatakan, pihaknya memenuhi panggilan penyidik untuk dimintai keterangan soal dana insentif tambahan penanganan Covid 19 tahun 2020.

Insentif tambahan yang bersumber dari APBN sebesar Rp5 juta per tenaga medis. Apakah ada pemotongan dana insentif? Saya tidak tahu pasti.

"Kita datang penuhi panggilan penyidik, soal insentif tambahan Covid 19  tahun anggaran 2020. Nilainya Rp5 juta, setahu kami tidak ada pemotongan. Tapi enggak tahu pasti ya" ujar Faizal lepas pemeriksaan di Mapolres Rokan Hulu, pada Rabu (29/7) kemarin.

Editor : Sahdan

Berita Terkait