Aplikasi “BSR” Diluncurkan

Kapolda Riau: Ini Cara Mudah Deteksi dan Tangani Covid 19

Meranti, katakabar.com - Kepolisian Daerah (Polda) Riau meluncurkan aplikasi berbasis teknologi untuk menangani masyarakat yang terkonfirmasi Covid 19.

Aplikasi ini diluncurkan di Kabupaten Kepulauan Meranti, pada Rabu (6/10). Tujuannya untuk mengantisipasi lonjakan gelombang ketiga penyebaran Covid 19, dengan mengutamakan pergerakan para petugas tracing di lapangan.

Kapolda Riau, Irjen Agung Setya Imam Effendi bersama Bupati Kepulauan Meranti, Muhammad Adil, Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Andi Yul, serta jajaran Forkopimda Pemkab Kepulauan Meranti, yang meluncurkan aplikasi canggih "Bersama Selamatkan Riau", di gedung Hijau perkantoran Bupati Kepulauan Meranti.

"Aplikasi BSR bertujuan memastikan masyarakat di Riau yang terkonfirmasi Covid 19 dapat tertangani dengan optimal, mulai dari validasi data, verifikasi, pemberian obat hingga evakuasi ke rumah sakit dan tempat isolasi terpusat. Semuanya ditangani maksimal dan mendetail, agar Covid 19 tidak menular luas terutama di klaster keluarga yang menjadi kontak erat," kata Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi.

Dijelaskan Kapolda Riau, ini salah satu untuk memudahkan semua menjalankan tugas, mencegah penularan Covid 19 kepada saudara-saudara kita.

Warning gelombang ketiga penyebaran Covid 19 diharapkan dapat dicegah di Riau, selain dengan percepatan vaksin yang terus berjalan. Dengan aplikasi BSR, petugas yang melakukan tracing dapat lebih mudah dalam memverifikasi, sehingga lebih valid," ulas mantan Direktur Cyber Bareskrim ini.

Aplikasi ini wujud dari kerja keras serta sebagai bukti negara hadir untuk masyarakat dalam pencegahan dan penanganan Covid 19. Kita mau angka kematian di Riau disebabkan terpapar Corona bisa ditekan, dan masyarakat mendapat pelayanan kesehatan optimal, lewat aplikasi BSR yang diluncurkan, tegasnya.

Tidak cuma di Kabupaten Kepulauan Meranti, Aplikasi BSR sudah difungsikan di seluruh kabupaten yang tersebar di Riau, lewat jejaring Polres yang ada.

Jenderal bintang dua yang banyak inovasi tersebut menjabarkan, ada sekitar 1.800 tracer dari jajarannya ditugasi untuk melayani masyarakat.

"Harpannya dengan aplikasi ini berkontribusi besar menekan angka penularan,” jelasnya.

Tentang sistem kerja Aplikasi BSR adalah informasi yang terintegrasi, dengan memproses data dari pusat, terhadap masyarakat yang terkonfirmasi Covid. Data itu ditindaklanjuti petugas (Tracer) di wilayahnya masing-masing, dengan tujuan validasi. Terus, petugas Tracer melaporkan kembali menggunakan aplikasi BSR ini secara detail, mengenai penindakan yang sudah dilakukan. Lewat laporan ini pula tindaklanjutnya bisa diambil, agar penanganan terhadap orang yang terkonfirmasi jadi optimal.

Menariknya, para tracer mendapat kompensasi yang bersumber dari anggaran Mabes Polri melalui Polda Riau, tergantung dari setiap orang yang ditindaklanjuti para tracer. Bahkan kompensasi diterima ke tangan mereka, yang disalurkan melalui Aplikasi BSR.

Evaluasi terus dilakukan dalam penerapan Aplikasi BSR ini, bertujuan agar lebih optimal pemungsiannya.

"Kita bakal lihat dan mungkin melakukan evaluasi, mana yang perlu ditingkatkan. Kami harap dengan aplikasi ini dapat membantu meringankan tugas dalam penanganan Covid di seluruh wilayah yang ada di Riau," cerita Irjen Pol Agung.

Peluncuran Aplikasi BSR ini, disambut positif Bupati Kepulauan Meranti, Muhammad Adil. Dengan inovasi teknologi yang terintegrasi mempermudah penanganan yang dilakukan petugas di lapangan. Ini memaksimalkan koordinasi anggota Polri dan tenaga kesehatan.

"Ini inovasi teknologi yang terintegrasi. Aplikasi bisa memudahkan koordinasi seluruh anggota polri dengan tenaga kesehatan sehingga dapat menangani dan memutus penyebaran covid di Kepulauan Meranti. Pokoknya mantap," sebut Adil.

Editor : Sahdan

Berita Terkait