Kapolres Siak: Mari Bersama-sama Cegah Terjadinya Karhutla

Siak, katakabar.com - Kepala Kepolisian Resor Kabupaten Siak, AKBP Gunar Rahadyanto, imbau seluruh elemen masyarakat di wilayah hukum Polres Kabupaten Siak, agar tidak membakar, ladang, kebun dan sawah.

Soalnya, mendekati pergantian musim dari hujan ke kemarau sering didapati aktivitas warga yang membuka lahan dengan cara membakar.

Meningkatnya suhu temperatur udara dan berkurangnya intensitas curah hujan dalam satu pekan terakhir ini, menjadi pertanda wilayah di Kabupaten Siak bakal memasuki musim kemarau.

Itu sebabnya, Kapolres Siak, AKBP Gunar Rahadiyanto meminta warga Kabupaten Siak agar menjaga lingkungan dengan cara tidak membuka lahan perkebunan dengn cara membakar.

“Diminta kepada warga, tetap menjaga lingkungan, jangan sampai saat kemarau, warga membuka lahan dengan cara membakar. Itu berpengaruh terhadap aktivitas kehidupan masyarakat, kesehatan, perkembangan ekonomi disebabkan kabut asap yang ditimbulkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla),” tegasnya, pada Minggu (24/1).

Dijelaskan AKBP Gunar, saya sudah intruksikan kejajaran untuk melakukan pemantauan khususnya soal Karhutla ini. Untuk itu peranan semua pihak, baik tokoh masyarakat, pemerintah Kampung dan lainnya, agar ikut serta megantisipasi Karhutlah di Kabupaten Siak.

Kalau warga tetap melakukan pembakaran lahan, bakal dilakukan tindakan tegas dengan mengedepankan penegakan hukum.

Berikut Undang-Undang bisa dikenakan kepada pelaku pembakar hutan, pertama
UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Pasal 78 ayat 3 berisikan pelaku pembakaran hutan dikenakan sanksi kurungan 15 tahun dan denda maksimal Rp5 miliar. Terus Pasal 78 ayat 4 berbunyi pelaku pembakaran hutan dikenakan sanksi kurungan 5 tahun dengan denda maksimal sebesar Rp1,5 miliar.

Kedua, UU Nomor 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan. Pasal 8 ayat 1 menyebutkan bahwa seseorang yang sengaja membuka lahan dengan cara dibakar, dikenakan sanksi kurungan 10 tahun dan denda maksimal Rp10 miliar.

Ketiga, UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pasal 108 menyatakan seseorang yang sengaja membuka lahan dengan cara dibakar dikenakan sanksi minimal 3 tahun dan maksimal 10 tahun serta denda maksimal Rp 10 miliar.

“Kita berharap tidak ada lagi yang namanya karhutla terutama di wilayah Kabupaten Siak. Hal ini bisa terwujud dengan kerja sama dan peran serta seluruh elemen, seperti TNI, Polri, Pemerintah daerah, serta lainnya saling bekerjasama mencegah terjadinya Karhutla dengan melakukan sosialisasi dan pendekatan yang intens kepada masyarakat pemilik lahan agar tidak membakar lahan, sebutnya.

Editor : Sahdan

Berita Terkait