Kartu Merah di Akhir Jabatan Sukiman

Pasir Pengaraian, katakabar.com - Bupati Rokan Hulu Sukiman mendapat hadiah kartu merah di tahun terakhir masa kepemimpinannya. Kartu merah itu dilayangkan M Hasby Assodiqi, anggota DPRD Rohul dari Fraksi Partai NasDem.

Wakil Ketua Komisi IV itu dalam memberikan kartu merah pada Sukiman sebagai bentuk kegagalannya memimpin Rokan Hulu. Dia menyebut, NasDem sebagai pengusung pertama saat pemilu 2016 lalu mengaku kecewa. Dengan tegas, pihaknya akan melakukan pengawasan dan memberikan koreksi terhadap yang di usung partainya.

"NasDem itu partai pertama mengusung Bupati Sukiman, maka kami dari Fraksi Partai NasDem Rohul wajib melakukan pengawasan ini. Sebagai jawaban moral bagi masyarakat Negeri Seribu Suluk, kami berikan kartu merah menandakan gagalnya pembangunan di Rokan Hulu dibawah kepemimpinan Bupati Sukiman. Dua kali Rohul devisit anggaran," kata Hasby Assodiqi kepada katakabar.com, Juma't (10/9).

Sekelumit persoalan dan kesenjangan pembangunan di Kabupaten Rokan Hulu tidak luput dari perhatian Fraksinya. Bahkan, pembedaan pembangunan terjadi disejumlah desa di Negeri Seribu Suluk.

"Sebagai Partai pertama yang dulunya mengusung pasangan Suparman-Sukiman, kita sangat kecewalah. Nyaris tidak ada pembangunan, meskipun ada tampak jelas terjadi pembedaan pembangunan terfokus di desa ekstran. Ini sebuah kesenjangan dalam pemerataan pembangunan di Rokan Hulu," Hasby kecewa.

Ketua Fraksi Partai NasDem Anggota DPRD Rohul, Budi Darman juga mengatakan hal yang sama. Bahkan, soal pengelolaan anggaran saja amburadul. Ia sepakat apa yang disampaikan Hasby tadi, pemberian kartu merah Bupati Rohul pantas dilakukan.

"Hingga hari ini, apa sih yang sudah dilakukan Bupati Rohul terhadap daerah ini. Sebagai Partai pengusung sangat kecewa dengan Bupati Rohul itu. Yang kami sampaikan ini adalah murni sebagai pengawasan. Kalau pun mau membangun jangan ada pembedaan, pembangunan bukan untuk daerah transmigrasi saja," ujar dia.

"Hal inilah yang disebutkan saudara Hasby itu, sebuah kesenjangan dalam pemerataan pembangunan yang tujuannya pencitraan pemenangan pilkada. Kita tidak mau pembangunan di Rokan Hulu amburadul, lihat saja keuangan Rohul aja hancur-hancuran dua kali devisit anggaran," lanjutnya kepada katakabar.com.

Budi cerita, pemberian kartu merah itu saat Rapat Paripurna Ranperda Perubahan Perusda dan BPR menjadi Perumda, Kamis (9/7) kemarin. Saat itu, giliran Hasby Assodiqi berdiri divodium dan hingga akhir penyampaian pandangan umum Fraksi NasDem sembari menunjukkan kartu merah di depan Sekda Rohul, Abdul Haris S.So MSi dan dihadapan Anggota DPRD Rohul.

"Atas kekecewaan itu, kartu merah ini sebagai lapor merah buat Bupati Rokan Hulu yang gagal membawa Negeri Seribu Suluk lebih maju. Kita tidak mau pembangunan jalan ditempat, kita akan awasi  supaya Rohul kedepan lebih baik," ujarnya.

Editor : Anggi

Berita Terkait