Kasus Baru Covid-19 Bertambah 138 di Riau, Ini Penyebarannya

Pekanbaru, katakabar.com - Dinas Kesehatan Provinsi Riau, hari ini memaparkan bahwa terdapat 138 kasus covid-19 baru yang muncul di Riau. Kasus tersebut tersebar di 8 kabupaten dan kota yang ada di Bumi Lancang Kuning.
 
Kita Pekanbaru masih menjadi wilayah dengan penambahan kasus baru itu, yakni mencapai 51 kasus. Daerah yang berjuluk kota Madani ini disusul Kabupaten Kampar dengan adanya 32  kasus baru terkonfirmasi covid-19. Sementara untuk wilayah selanjutnya yakni Kabupaten Siak yang tercatat ada 28 kasus baru.
 
Lalu, kota Dumai terdapat 11 kasus baru, Pelalawan 9 kasus, Bengkalis 5 kasus, Meranti dan Indragiri Hulu masing-masing satu kasus.
 
"Dengan penambahan itu, maka total jumlah kasus covod-19 di Riau sebanyak 2.968 orang," terang Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, Rabu (09/9).
 
Sementara kabar baiknya, terdapat 8t pasien terkonfirmasi covid-19 dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang. Meraka yakni 25 orang berasal dari Pekanbaru, 20 berasal dari Siak, 19 dari Dumai, 11 dari Pelalawan, 5 orang dari Kampar, 3 dari Bengkalis dan dua orang lainnya berasal dari Rokan Hulu dan Indragiri Hulu. Sehingga total pasien sembuh hingga saat ini sebanyak 1430 pasien. 
 
Sementara untuk pasien yang meninggal dunia diketahui sebanyak 3 orang. Yakni masing-masing berasal dari Indragiri Hilir, Kampar dan Indragiri Hulu. Jadi, total pasien meninggal saat ini sebanyak 55 orang.
 
Rincinya dari total jumlah 2.968 pasien itu, 918 diantaranya tengah menjalani isolasi mandiri, rawat di RS 565 orang, sembuh 1.430 orang dan 55 meninggal 
dunia.
 
Sementara untuk suspek yang isolasi mandiri berjumlah 7.387 orang, Isolasi di RS berjumlah 119 orang, selesai isolasi berjumlah 13.111 
orang, meninggal dunia berjumlah 55 orang. Jadi, total suspek berjumlah 20.672 orang.
 
"Spesimen di periksa berjumlah 1.084 sampel dan jumlah orang diperiksa berjumlah 689 orang," paparnya.
 
Untuk diketahui, sampai hari ini, Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad telah memeriksa 62.600 spesimen.
Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait