Kasus Covid-19 Tak akan Turun Kalau Tak Disiplin

Katakabar.com - Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) Erick Thohir menyatakan, pemerintah tengah fokus menangani Covid-19 terutama di 8 provinsi yang menjadi episentrum penyebaran virus.

Dia menegaskan, masyarakat harus disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan agar penyebaran virus bisa tertekan. Jika tidak, kemungkinan besar jumlah kasus positif Covid-19 akan terus bertambah.

"Saya dengan segala tidak ada maksud menakut-nakuti, tentu semua itu kan harus kita buka secara transparan. Kita tidak akan melihat penurunan ini secara signifikan kalau perubahan perilaku, kita tidak lakukan bersama-sama," ujar Erick dalam acara Dies Natalis 63 Tahun Universitas Padjajaran, Jumat (11/9).

Apalagi berkaca pada penambahan kasus baru positif covid-19 per hari yang menembus angka 3.000 kasus, lanjut Erick, bukan tidak mungkin jumlah kasus positif Covid-19 dapat mencapai ratusan ribu hingga akhir tahun. "Kalau kita asumsi jelek saja 3.000 per hari, di akhir Desember ini bisa 500.000. Ini sebuah kenyataan yang harus kita hadapi," tuturnya.

Bahkan, jika masyarakat terus menerus abai, Indonesia bisa saja menyusul India yang mendapat tambahan 1 juta kasus baru positif Covid-19 hanya dalam waktu 12 hari.

"Kalau kita lihat Brasil dan India di 4 jutaan sekarang. Bahkan India mendapat tambahan 1 juta dalam tempo 12 hari. Bukan sesuatu yang tidak mungkin, kita sendiri kalau kita tidak disiplin masyarakatnya, kita akan melihat angka-angka yang sangat tinggi di awal tahun depan," tuturnya.

Oleh karenanya, kedisiplinan jadi kunci utama melawan penyebaran virus ini. Untuk mendukung hal itu, pemerintah meluncurkan operasi yustisi, menggandeng TNI-Polri, pemerintah daerah, didukung KPU, Bawaslu, tokoh agama, dan masyarakat untuk menegakkan disiplin protokol kesehatan hingga ke desa-desa dan kelurahan.

 

Sumber: Liputan6.com

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait