Kasus Stunting di Siak Masih Tinggi, Ini Buktinya

Siak, Katakabar.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak berkomitmen memerangi stunting. Berbagai upaya dilakukan demi menekan angka gagal tumbuh pada anak di Kabupaten Siak.

"Tahun ini, setiap program kegiatan pada OPD maupun pemerintah desa diprioritaskan pada lokasi fokus stunting. Ini sesuai dengan Keputusan Bupati Siak Nomor 287/HK/KPTS/2021. Kasus stunting ini pekerjaan rumah bagi kita semua. Sebab, Siak peringkat kelima di Riau kasus ini," kata Bupati Siak, Alfedri kepada Katakabar.com, Rabu (14/4).

Tidak hanya itu, kata Alfedri, Dinas Kesehatan juga telah membikin kegiatan Rembuk Stunting tingkat kabupaten dan memberikan makanan tambahan (PMT) bagi ibu hamil, balita serta anak sekolah.

"Bagi balita, kita juga memberikan suplementasi kalsium, taburia, tablet tambah darah, kapsul vitamin A, zinc untuk pengobatan diare, obat cacing dan lainnya. Ini rutin dilakukan di masing-masing Posyandu," kata dia.

Dari hasil pengumpulan data E-PPGBM atau pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat pada bulan penimbangan Februari tahun 2020 lalu, jumlah keseluruhan mencapai 33.155 balita yang mengidap stunting.

Jumlah itu tersebar di 131 desa/kelurahan se Kabupaten Siak, sebanyak 945 balita tergolong sangat pendek dan 2.284 balita tergolong pendek.

Angka stunting tertinggi berada di Kecamatan Kandis dengan jumlah 721 balita, diikuti Kecamatan Siak dengan 318 balita, Koto Gasib 316 balita, Lubuk Dalam 299 balita, Sungai Apit 293 balita, Tualang 269 balita, Sungai Mandau 209 balita, Sabak Auh 202 balita, Mempura 174 balita, Pusako 168 balita, Kerinci Kanan 100 balita, Bungaraya 62 balita, Minas 49 balita, dan Dayun 49 balita.

Editor : Sahril

Berita Terkait