KBS Ajak Masyarakat Lebih Cerdas Hadapi Kampanye Hitam

Pekanbaru, Katakabar.com - Sebanyak 10 lokasi di wilayah Kecamatan Mandau menjadi sasaran kampanye Kasmarni yang ikut dalam kontestasi Pilkada Bengkalis 2020, Minggu (29/11). Dalam kampanyenya Ia yang mendapat nomor urut tiga itu, mengajak masyarakat lebih cerdas dan tak terpengaruh kampanye hitam.

Hal serupa juga dilakukan Paslon berjargon Bedelau ini di 7 lokasi di wilayah Kecamatan Bathin Solapan, Senin (30/11).

Kala itu, Kasmarni mengajak sejumlah ustad kondang di Kota Duri, Kasmarni memulai kampanye dialogis di Jalan Rangau Km 15 desa Buluh Manis. Di titik pertama ini, Kasmarni mengajak warga  menjadi pemilih cerdas. Memahami visi misi calon dan tidak terpengaruh kampanye hitam yang menyesatkan.

"Saya yakin masyarakat kita sudah cerdas. Tak akan terpengaruh kampanye hitam yang sengaja dihembuskan. Biarkan saja orang menjelekkan dan memfitnah kita. Biar Allah yang akan membalasnya. Itu tanda  kita sudah berada di depan dia," ujar Kasmarni.

Sementara pada kampanye di titik kedua Jalan Sultan Syarif Kasim Ujung, Desa Simpang Padang, Kasmarni mengajak agar pendukung dan emak-emak militan Kasmarni-Bagus (KBS) bisa menetapkan politik santun dalam mensosialisasikan program kerja dam sosok KBS.

"Jangan memaksa, utamakanlah silaturahmi. Jaga marwah kita selaku wanita. Lebih baik silaturrahmi datangi rumah tetangga dan kerabat daripada berdiri di jalan-jalan. Kalau bukan kita yang mengangkat harkat dan marwah kita siapa lagi," tegas Kasmarni.

Ia memang sangat mengapresiasi atas dukungan emak-emak yang mau bergerak dari pintu ke pintu. Ia berpesan agar tetap menjaga Marwah ibu-ibu.

"Kita butuh suara iya. Tapi jangan sampai merendahkan harga diri kita. Jaga marwah ibu-ibu. Lebih baik sosialisasi ke rumah tetangga dan kerabat," tuturnya.

Disampaikan Kasmarni, dia maju sebagai perempuan pertama di pemilihan Bupati Bengkalis karena ingin mengangkat harkat dan martabat masyarakat negeri junjungan Bengkalis. Terutama harkat dan martabat kaum perempuan. Oleh sebab itu KBS memiliki program unggulan perempuan berdaya yang tak dipunyai pasangan calon bupati/wakil bupati lain.

"Percayalah perempuan itu sosok yang tangguh, sabar dan kuat. Kalau suami kita lebih duluan pergi, kita masih bisa menghidupi dan menyekolahkan anak-anak kita hingga sarjana. Tapi kalau kita yang duluan pergi, tak jamin bapak-bapak bisa Palingan kawin lagi. Alasan jaga anak," seloroh Kasmarni yang disambut gelak tawa emak-emak.

Sementara itu, Ustad Salman Mirza dalam orasi politiknya menyebut isu perempuan tak bisa menjadi pemimpin  merupakan isu yang sengaja dihembuskan untuk menahan laju KBS yang makin tak terbendung.

"Isu perempuan tak boleh jadi pemimpin adalah isu basi, hoax. Sengaja dihembuskan untuk meragukan. Siapa bilang perempuan tak boleh jadi pemimpin. Yang tak boleh itu hanya jadi imam dan wali nikah," jelas Salman Mirza.

Disampaikannya, di Surabaya ada Tri Rismaharini yang menjadi walikota yang membawa perubahan besar bagi kotanya. Juga ada Khofifah Indah Parawansa, perempuan Surabaya yang jadi Gubernur Jawa Timur. Kedua perempuan tangguh ini berasal dari daerah yang kental akan nuansa islaminya. Banyak Kiai Kiai dan pondok pesantren ternama di sana seperti Ponpes Gontor. Tapi tak ada maklumat ulama yang melarang mereka jadi pemimpinnya.

"Yakin dan percayalah. Ini saatnya perempuan jadi pemimpin. Kalau tidak sekarang kapan lagi. Ini ada calon bupati perempuan yang berani maju, kenapa tidak kita dukung dan menangkan ibu Kasmarni ini. Beliau punya banyak kelebihan dari calon lain. Selain satu-satunya calon bupati dari birokrasi, beliau juga punya nurani dan naluri seorang wanita mengayomi dan melindungi masyarakatnya," jelas Salman Mirza.

Ikut hadir di kampanye itu, Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kabupaten Bengkalis, Ustad M Subli, Ustad Abdul Kolid, Ustad Syamsir Khan, tokoh masyarakat dan sejumlah pendukung.

 

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait