Kejari Bengkalis Klaim Penanganan Kasus Penyelundupan Meningkat

Pekanbaru, katakabar.com - Kejaksaan Negeri Bengkalis mengaku penanganan kasus kepabeanan meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Sejumlah kasus telah sampai ke tahap persidangan.
 
Kajari Bengkalis, Nanik Kushartanti menegaskan, penegakan hukum terhadap penyelundupan barang ilegal masuk ke Riau adalah hal yang mutlak. Ini menyangkut kedaulatan negara. Dimana, Bengkalis berbatasan dengan negera tetangga di perairan Selat Malaka.
 
"Selama ini kita bersinergi dengan Bea Cukai agar pengungkapan kasus memberi efek jera bagi pelaku. Tentu penanganan kejahatan impor kita tangani secara profesional," terang Nanik dalam siaran persnya, Jumat (17/7).
 
Tambahnya, Kejari Bengkalis juga telah melakukan penyitaan barang bukti yang kemudian memusnahkan barang ilegal tersebut. 
Ia mengungkapkan, Bengkalis menjadi salah satu pintu masuk penyelundupan barang ilegal ke Riau. Ada tiga kasus menonjol yang ditangani. Antara lain barang ilegal berupa Bawang, bahan makanan pokok, pakaian, alat elektronik dan lainnya.
 
Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Bengkalis, Agung Irawan menambahkan, dari beberapa kasus, dua di antaranya telah berkekuatan hukum tetap. "Satu lagi akan disidangkan karena berkas penyidikan telah lengkap," bebernya.
 
Dengan meningkatnya penanganan ini,  Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Bengkalis memberi penghargaan kepada Kejari Bengkalis atas capaian ini. Penghargaan bertepatan jelang peringatan Hari Bakti Adhyaksa ke-60.
 
Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Bengkalis, Ony Ipmawan kepada Kepala Kejari Bengkalis, Nanik Kushartanti didampingi Kepala Seksi Pidana Khusus, Agung Irawan bersama jajarannya.
 
Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait