Kejari Didesak Tuntaskan Sejumlah Kasus Korupsi di Pelalawan

Pelalawan, katakabar.com - Sejumlah aktivis yang mengatasnamakan organisasi Lingkaran Aktivis Riau (LAR) gelar aksi damai di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan SP 6 Pangkalan Kerinci, pada Kamis (22/10).

Para aktivis yang berjumlah
4 orang gelar aksi demo menuntut penegak hukum serius menuntaskan dugaan Korupsi di BUMD PT Tuah Sekata dan meminta transparan penggunaan anggaran dana Covid 19 yang ditaksir mencapai Rp63 miliar.

"Kami atas nama Lingkaran Aktivis Riau (LAR), memberi apresiasi kepada Kejari Pelalawan atas kinerja dalam penegakan hukum terhadap koruptor. Kami dukung Kejari Pelalawan untuk terus menegakkan keadilan di Negeri Seiya Sekata nama lain dari Kabupaten Pelalawan," kata Koordinator Demo, Edri Lafran Pane dalam orasinya.

Baru-baru ini kata Adri, lagi hangat pemberitan media massa tentang kasus dugaan Korupsi di BUMD PT Tuah Sekata sebesara Rp2 miliar. Hal ini menjadi perhatian serius sebagai agen kontrol.

Begitupun Pemerintah Daerah (Pemda) belum bisa mengatasi penularan Covid 19. Padahal anggarannya cukup besar Rp63 miliar," jelas Korlap demo ini.

"Kita meniliai Pemkab Pelalawan lewat Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan gagal, sebab daerah Kabupaten Pelalawan zona merah, peringkat 4 Provinsi Riau."

Berdasarkan itu, kami mendukung Kejari Pelalawan segera menetapkan tersangka dugaan kasus korupsi di BUMD Tuah Sekata, dan kami mendorong Kejari melakukan penyelidikan penggunaan anggaran dana Covid 19 Pemda Pelalawan, tambahnya.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan, Nophy T Suoth, memberi apresiasi untuk aksi damai yang dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan Covid 19, dan meminta dukungan untuk penegakan hukum, serta meminta penggunaan anggaran Covid-l 19 di Kabupaten pelalawan dilakukan sesuai ketentuan," kata Kejari kepada katakabar.com.

Editor : Sahdan

Berita Terkait