Kematian George Floyd, Trump Ancam Demonstran Bakal Hadapi Anjing Ganas

Katakabar.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan agen Secret Service (pasukan pengamanan presiden) kini sudah dalam keadaan siaga untuk bertindak dan "melepaskan anjing paling ganas serta senjata paling mematikan yang pernah saya tahu" jika demonstran mencoba menerobos pagar Gedung Putih di Washington.

Dikutip dari laman AP, Sabtu (30/5), dalam serangkaian kicauannya di Twitter beberapa jam setelah ratusan demonstran berkumpul di depan Gedung Putih dan bentrok dengan aparat, Trump meremehkan para pengunjuk rasa dengan mengatakan "mereka hanya mencari ribut" dan "terorganisir secara profesional".

Tapi Trump tidak memberikan bukti yang mendukung atas ucapannya. Bahkan dia seolah mengundang para demonstran untuk "Malam ini, saya paham, ini malamnya Membuat Amerika hebat Lagi di Gedung Putih??".

Trump menuturkan dia mengamati dengan seksama setiap pergerakan demonstran dari dalam Gedung Putih dan "tetap merasa aman" meski Secret Service membiarkan demonstran tetap beraksi. "Tapi ketika demonstran sudah melewati batas, mereka (Secret Service) akan mendatangi demonstran."

Trump juga mengecam tindakan wali kota Washington dan Minneapolis.

Para demonstran bentrok dengan polisi di sejumlah kota di Amerika Serikat yang memprotes kematian George Floyd, warga Afro-Amerika, yang ditangkap petugas di Minneapolis, Negara Bagian Minnesota.

Gubernur Negara Bagian Minnesota mengatakan peristiwa kematian George Floyd saat dalam penangkapan polisi berubah menjadi bentuk perusakan di mana-mana.

Laman BBC melaporkan, Sabtu (30/5), kerusuhan terjadi di New York, Atlanta, Portland, dan beberapa kota lain. Sementara Gedung Putih juga dijaga ketat aparat.

Kematian Floyd memicu kemarahan warga AS tentang polisi yang selama ini membunuhi warga kulit hitam dan memperparah isu rasisme dan ketidakadilan di AS.

Floyd menjadi sosok korban setelah sebelumnya ada kasus serupa yang dialami Michael Brown, Eric Garner, dan yang lainnya. Rangkaian peristiwa sebelumnya memicu munculnya Gerakan Black Lives Matter setelah kematian Trayvon Martin pada 2012.

Merdeka.com

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait