Kemenko Perekonomian Luncurkan Si Jagur

Boyolali, katakabar.com - Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian meluncurkan program sinergi jagung rakyat (Si Jagur). Program ini diharapkan dapat mendongkrak produksi jagung dalam negeri.

Untuk itu petani jagung Soloraya siap menyukseskan program ini. "Memang luasan lahan kami masih relatif terbatas. Namun tidak menutup kemungkinan ke depan bisa dikembangkan," ucap Koordinator Petani Jagung Soloraya Nur Chamidi Aksan usai sosialisasi Si Jagur di Azhima Resort and Convention di Boyolali, Jumat (27/12).

Saat ini luas lahan yang ditanami jagung di Solo Raya sebanyak 50.000 hektar dengan produksi di kisaran 8 ton/ha. Untuk itu petani juga menunggu kesiapan dari bank untuk pembiayaannya.

"Selain itu sejauh ini kami juga masih memetakan kendala yang ada," ucapnya.

Terkait biaya ongkos tanam, tiap satu hektar kebutuhannya mencapai Rp5-6 juta. "Biaya ini mencakup ongkos, bibit, pupuk dan obat hama," ucapnya.

Sementara itu Direktur Utama PT Sarottama Dharma Kalpariksa , Nunik Sri Martini serius dalam komitmennya. Dirinya mendampingi petani untuk melaksanakan program Si Jagur ini.

"Sejak 2006 kami sudah fokus untuk mendukung petani jagung. Baik dari hulu hingga hilir kami akan mendampingi petani untuk penjaminan pasar," ucapnya.

Harapannya jagung menjadi skala prioritas untuk peternak lokal mandiri. Dalam satu tahun targetnya akan ditanam satu juta ton jagung pada 250.000 ha lahan.

Penerapan program ini akan diprioritaskan pada peternak lokal mandiri. Ditargetkan dengan program ini dapat memenuhi kebutuhan ternak lokal mandiri secara nasional.

"Saat ini kebutuhan total jagung di Indonesia sebanyak 4 ton dalam satu tahun untuk ternak. Sedangkan secara nasional kebutuhannya mencapai 30 ton untuk seluruh industri," ucapnya.

Program Si Jagur ini disalurkan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan pembiayaan dari Himpunan Bank Negara (Himbara).

"Kami memberikan pendampingan kepada petani dan kami juga membuka akses pembiayaan dari perusahaan kami sendiri pula," ucapnya.

 

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait