Kemenkumham Segara Bebaskan 2.000 Napi di Riau

Pekanbaru, katakabar.com - Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Riau menyatakan segara membebaskan sekitar 2.000 narapidana yang tengah menjalani hukuman penjara di berbagai lembaga pemasyarakatan di Bumi Lancang Kuning. 
 
Dikatakan Kepala Kanwil Kemenkumham Riau Lucky Agung Binarto, Itu dilakukan sesuai dengan Permenkum HAM Nomor 10 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi bagi Narapidana dan Anak dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran COVID-19.
 
"Di seluruh Riau ada sekitar 2.000 orang," terangnya.
 
Lanjutnya, kondisi lapas dan Rutan yang ada di Riau saat ini kondisinya sudah over kapasitas, penuh dan sesak. Dimana tercatat ada sebanyak 12.845 napi yang tersebar di lapas dan rutan di 12 kabupaten kota itu.
 
Sementara, jika ada terdapat napi yang dinyatakan positif terjangkit virus asal Wuhan, China itu, maka akan membahayakan tahanan lainnya. 
 
"Langkah ini tentu kita lakukan untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan covid-19 itu," katanya.
 
Sementara, Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Riau, Maulidi Hilal menjelaskan meski kebijakan itu diambil, namun tetap ada beberapa ketentuan agar asimilasi itu dapat diperoleh narapidana. Misalnya, para napi setidaknya telah menjalani setengah dan dia pertiga masa pidana.
 
"Prilaku saat menjalani masa tahanan juga menjadi pertimbangan. Bahkan meski telah bebas para napi tersebut akan tetap kita awasi. Mereka juga wajib lapor," terangnya.
 
Sementara terkait apakah ada napi yang saat ini telah terpapar virus mematikan itu, ia mengatakan belum ada yang terinfeksi.
 
"Bukan hanya membebaskan, kita juga akan lakukan penyemprotan disinfektan di seluruh lapas dan rutan yang ada," paparnya.
 
Langkah itu, rencananya akan dipimpin langsung oleh Gubernur Riau secara simbolis di di Lapas Kelas IIA Pekanbaru. Langkah ini tentu mendapat apresiasi dari orang nomor satu di Bumi Lancang Kuning itu.
Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait