Kendati Jorjoran Kembangkan Sektor Pariwisata, Siak Tetap Masih 'Tergiur' Duit Minyak Bumi dan Sawit

Siak, katakabar.com - Diam-diam, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak, Riau, masih menaruh harapan terhadap hasil industri minyak bumi dan kelapa sawit.

Menurut Pejabat (Pj) Sekertaris Daerah Kabupaten Siak, Jamaluddin, kedua sektor tadi masih berkontribusi yang berimbang bagi pembangunan daerah. 

"Dana bagi hasil (DBH) dari pajak industri hilir CPO termasuk pajak ekspor dan industri lain masih menjanjikan bagi pembangunan daerah," kata Jamaluddin dalam keterangan tertulis kepada katakabar.com, Sabtu (25/7).

Kendati begitu, kata Jamal, dengan turunya harga minyak sejak awal tahun 2015 dan hingga saat ini, sangat berpengaruh terhadap PAD Kabupaten Siak. Di tambah lagi dampak wabah Covid 19 hingga akhirnya harga minyak pun turun di angka US$ 31/barel.

Belum lagi, kata Jamal, potensi minyak kelapa sawit dan minyak bumi di Kabupaten Siak juga mengalami penurunan. Di tahun 2017 lalu, lifting minyak mencapai 14,587 ribu/barel. Sementara, tahun 2018 turun menjadi 13,843 ribu/barel pertahun. 

"Penyebab turunnya itu tidak terlepas dari harga minyak dunia turun juga turun. Sebab, biaya untuk pengembangan juga berkurang, tentu berdampak terhadap produksi," kata dia.

Padahal kata Jamal, potensi perkebunan kelapa sawit di Siak boleh dibilang menjanjikan. Terbukti, di Provinsi Riau, salah satu daerah kabupaten yang memiliki lahan kebun sawit terluas di Siak Dari data tahun 2017, luas kebun sawit di Kabupaten Siak seluas 324,332 hektar dengan produksi pertahunya mencapai 1.139000 ton. 

"Kalau di lihat tahun 2019, mengalami peningkatan, baik luas lahan maupun produksinya," kata Jamaluddin.

Kendati begitu, kedepannya Pemkab Siak akan mengembangkan sektor pariwisata untuk mendongkrak perekonomian daerah.

"Kita sepakat dengan prediksi ahli ekonomi bahwa kedua sektor tadi  kedepannya tidak bisa andalkan. Makanya sesuai dengan misi Kabupaten Siak, kami ingin menggerakkan sektor pariwisata yang berdaya saing. Target kami kedepan pariwisata di Siak akan tumbuh berkembang serta mampu meningkatkan pendapatan asli daerah," kata Jamaluddin.

Jamal juga menjelaskan, wisata di Siak selain di dukung dengan obyek wisata sejarah, kuliner, alam, dan religi, juga tumbuh kelompok sadar wisata yang mengembangkan destinasi wisata alam dan tumbuhan seperti wisata Manggrov dan Merembang di sepanjang aliran Sungai Siak.

"Untuk wisata alam, Siak memiliki Danau Zamrud, rawa yang terbesar di Asia. Danau ini memiliki zonasi yang dapat di kembangkan sebagai obyek wisata baru, ini kami buktikan bekerjasama dengan BKSDA Provinsi Riau. Tidak itu saja, termasuk danau Naga Sakit, Giam Siak Biosfir dan termasuk juga sport-sport Tourism seperti serindit Boat dan Tour de Siak yang sudah berjalan tujuh tahun berturut-turut," kata dia.

Editor : Sahril

Berita Terkait