Kesal Sering Dimarahi, Anak Tusuk Bapak Kandung di Rohil

Pekanbaru, Katakabar.com - Joko (18) nekat menusuk bapaknya Budi Hutagaol karena merasa kesal sering dimarahi. Akibatnya, Budi harus menjalani perawatan di RSUD Duri karena mengalami luka dua tusukan senjata tajam di bagian perut dan dadanya. 

"Korban bernama Budi itusuk oleh anak kandungnya sendiri Ss alias Joko yang baru berusia 18 tahun," ujar Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto, kepada merdeka.com, Senin (21/12).

Peristiwa ini terjadi di rumah mereka, jalan Budi Utama, Kepenghuluan Sungai Daun, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau.

"Istri korban, Nurbaiti Sitorus yang melaporkan anaknya ke Polsek Panipahan usai kejadian penusukan itu," kata Sunarto.

Sunarto menjelaskan kejadian ini berawal saat korban tengah duduk bersama pelaku di rumahnya. Sementara Nurbaiti sedang berada di dapur. 

"Tidak lama kemudian terjadi percecokan antara korban dan pelaku, hingga korban mengusir pelaku," ucap perwira menengah jebolan Akpol 1992 itu.

Pelaku sempat lari keluar rumah dan dikejar korban. Saat itu pelaku kemudian mengambil pisau cutter bergagang biru dan kemudian mendatangi korban.

"Di halaman rumah itulah terjadi perkelahian antara pelaku dan korban. Saat itulah pelaku melakukan penikaman kepada korban sebanyak dua kali," jelas Sunarto.

Setelah menusuk bapaknya, pelaku melarikan diri. Sedangkan korban meminta bantuan istrinya yang berada di dapur dengan cara berteriak. Lalu sang iastri datang dan kaget mekihat suaminya bersimbah darah.

Kemudian Nurbaiti membawa suaminya ke RSUD Bagansiapiapi untuk mendapatkan perawatan dua tusukan di bagian dada dan perut tersebut. Lalu Nurbaiti melaporkan anaknya ke Polsek

"Saat ini dirujuk ke RSUD Duri," katanya.

Atas laporan istri korban, polisi lantas melakukan penyelidikan dan memburu Joko. Akhirnya berhasil menangkap pelaku pada Sabtu (19/12) di Kepenghuluan Sungai Daun, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rohil. Namun sayang pelaku telah membuang pisau cutter yang digunakan untuk menusuk korban.

"Dari keterangannya, pelaku merasa sakit hati karena sering dimarahi oleh korban. Sekarang masih dalam pemeriksaan lebih lanjut," paparnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 44 Ayat 2 UU RI NO.23 THN 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga Jo Pasal 351 Ayat 2 KUHP.

 

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait