Ketum Komnas PA: Raffi Ahmad Sia-siakan Kesempatan Yang Diberikan Presiden RI

Jakarta, katakabar.com - Ketua Umum Komisia Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait sayangkan Raffi Ahmad tidak menghargai dan menghormati kesempatan luarbbiasa yang diberikan negara lewat kebijakan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, kepadanya untuk memberikan contoh tauladan kepada rakyat Indonedia, khususnya kalangan selebritas dan anak remaja Indonesia dalam pemberian vaksin Covid 19.

Padahal keberuntungan bagi Raffi Ahmad tetpilih bersama Presiden Republik Indonesia, sebagai anggota masyarakat yang pertama ditunjuk mendapat kesempatan menerima vaksin Covid 19.

"Ini adalah kesempatan luar biasa yang belum tentu dimiliki orang lain," ujar Ketum Komnas PA ini lewat rilis persnya yang dibagikan ke sejumlah media pada Rabu (20/1).

Dijelaskan Arist, seyogyanyalah kesempatan itu mestinya dijadikan Raffi Ahmad sebagai contoh di kalangan selebritas dan anak Indonesia dalam sosialisasi vaknisasi untuk melawan Covid 19.

Tapi, justru disia-siakan oleh Raffi Ahmad dengan mengumbar poto tanpa menggunakan masker, menjaga jarak dan kerumuman di media sosial, sekalipun menurut Rafli, beliau dan kawan-kawannya dalam posisi makan di rumah orangtua sahabatnya, selepas Raffi Ahmad mendapat vaksin dari petugas medis yang dimulai pertama sekali oleh Presiden RI.

"Rafli Acmad yang diberikan Tuhan talenta untuk menjadi seorang entertainer kaya raya dan telah dipilih oleh Presiden Republk Indonesia menjadi ikon untuk program vaksinasi di kalangan selebritas dan anak remaja Indonesia. Celakanya, Raffi Ahmad menyia-nyiakan kesempatan yang berharga itu, serta mencederai kepercayaan dan kesempatan yang diberikan Presiden kepadanya," ulasnya.

Perlu Raffi Ahmad ingat, kesempatan yang berharga itu belum tentu diberikan untuk kedua kalinya.

Sudah begitu banyak para aktivis perlindungan Anak yang telah memberi hidupnya berbuat dan bersusah payah tanpa pamrih selamatkan dan melakukan pembelaan terhadap anak-anak di Indonesia, untuk mendapat kesempatan bertemu dengan Presiden, tidak mendapat kesempatan seperti yang diberikan kepada Raffi Ahmad.

Sementara para aktivis dan pegiat perlindungan anak dan anggota masyarakat lainnya yang bekerja bertahun-tahun tanpa pamrih tidak diberikan akses untuk bertemu dan berdialog dengan Presiden, sekalipun untuk menyampaikan berita tentang kondisi anak di Indonesia.

Dari peristiwa yang egois ini, saya selaku Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak menghimbau, kepada semua rakyat dan secara khusus anak-anak di Indonesia jangan mengititasi prilaku dari seorang Raffi Ahmad. Meski Polda Metrojaya tidak menemukan melanggar hukum, akting yang bersangkutan tidak patut ditiru, serunya.

Saya prihatin lanjutnya, lantaran seringkali Raffi Ahmad memamerkan kekayaan yang ada padanya kepada publik lewat kegiatan-kegiatan realitishownya di berbagai media, sekalipun anak-anak dengan kemiskinannya saat ini tengah berjuang melawan Covid19, dan menjadi korban berbagai bencana, seperi tanah longsor di Sumedang, gempa bumi Sulawesi Barat dan banjir di Kalimantan Selatan dan Bogor.

"Ayo kita tolong anak-anak yang tengah berjuang untuk hidup di tengah-tengah bencana maupun kekerasan terhadap anak saat ini terjadi di Indonesia," ajak Arist.

Sekedar diketahui, dalam menghadapi berbagai bencana nasional dan alam ini tubuh dan langkah anak Indonesia saat ini gontai, sedangkan mulut dan tangan anak minta belas kasihan..

"Saya mengingatkan saja kepada semua orang. Sadarlah, semua harta dan kekayaan yang kita miliki itu tidak akan kita bawa mati".

Semua yang kita miliki itu adalah milik Tuhan baik nafas yang kita miliki sekarang", tegasnya.

Itu sebabnya, jangan sia-siakan kesempatan yang diberikan Tuhan kepadamu melalui kebaikan Presiden RI. menjadi seorang entertainer kaya terkenal, kewajiban kita menolong anak yang tak mampu membela, dan menyelelamatkan diri.

Berhentilah memamerkan kekayaan kita di tengah-tengah anak dan keluarganya yang sedang berjuang melawan serangan Covid 19 dan korban dari segala bentuk bencana alam dan kekerasan terhadap anak, sekalipun harta kita itu berasal hasil keringat dan jerih payah kita.

"Mari kita berdoa untuk anak-anak korban bencana," sebutnya.

Editor : Sahdan

Berita Terkait