Ketum PSSI : Harus Ada Penyegaran Berstandar FIFA di Stadion Utama Riau

Pekanbaru, katakabar.com - Setelah melakukan peninjaun di Stadion Utama Riau yang berdiri di jalan Naga Sakti, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan menyampaikan harus ada beberapa pembenahan yabg dilakukan agar dapat menjadi venue ajang Piala Dunia U20 tahun 2021. Menurutnya harus berstandar FIFA.

Menurut pria yang akrab disapa Iwan Bule itu, penyegaran harus dilakukan. Misalnya dari sisi sarana dan prasarana. Diantaranya yakni rumput yang harus diganti sesuai dengan standar FIFA. Kemudian ruang ganti pakaian pemain, loker, dan tangga harus dilengkapi dengan karpet.

"Kita lihat ada tangga, seharusnya memang  pemain tidak diharuskan menggunakan tangga biasa, tapi harus menggunakan karpet sehingga pemain tidak dimungkinkan cidera jika  jatuh," bebernya.

"Untuk tempat duduk stadion ini sudah menggunakan single seat. Ini menjadi nilai lebih yang nanti akan kita nilai kembali," katanya lagi.

Menurut Iwan, yang terpenting adalah bagaimana perbaikan stadion ini dapat cepat dilakukan. Meski memang dikatakannya Riau tidak masuk dalam 10 stadion yang masuk laporan ke FIFA.

"Ini inisiatif dari PSSI sebab gubernur dan masyarakat Riau nampaknya ingin sekali stadion ini menjadi venue gelaran Piala Dunia U20 tahun 2021," paparnya.

"Nantinya kami akan kirimkan laporan ke FIFA terkait tinjauan kita di stadion ini. Maret nanti kita akan kembali meninjau bersama tim FIFA dan memastikan apakah masuk untuk menjadi tuan rumah atau tidak," bebernya.

Sementara, Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar yang ikut mendampingi peninjauan itu, berjanji akan sesegera mungkin melakukan perbaikan Stadion Utama Riau itu.

"Tentunya apa yang menjadi masukan Ketum PSSI terkait apa yang harus diperbaiki akan menjadi fokus kita, agar standar FIFA bisa kita terapkan di stadion ini," terangnya.

Diinformasikannya, saat ini Pemprov Riau telah mendapat dukungan pihak PT RAPP dalam perbaikan itu. "Kita berharap minggu ini kita sudah mendapat laporan tentang adanya pekerjaan perbaikan stadion utama ini. Kita juga berharap perusahaan-perusahaan lain yang beroperasi ikut membantu dalam hal ini. Sehingga bukan hanya dari pihak RAPP," tutupnya.

 

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait