Kim Jong-un Perintahkan Hotel Korsel di Lokasi Wisata Korut Dihancurkan

  • Reporter:
  • 25 Oktober 2019, 18:25:51 WIB
  • Internasional

Pekanbaru, katakabar.com - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un memerintahkan seluruh hotel, resor serta bangunan apapun yang didirikan oleh Korea Selatan di lokasi wisata Korut dihancurkan.

Ia mengatakan bahwa area wisata di kompleks Pegunungan Kumgang "seperti tenda darurat di daerah yang dilanda bencana", lapor media pemerintah.

Dilansir dari BBC, Kamis (24/10), resor ini pernah dipuji sebagai simbol kerjasama antar-Korea.

Tetapi setelah mengunjungi situs itu, Kim mengatakan akan lebih baik dikelola tanpa keterlibatan dari Korea Selatan.

Para wartawan mengatakan komentar Kim yang menggemakan propaganda baru-baru ini di Korea Utara menekankan perlunya memprioritaskan "kemandirian" untuk menjadi negara yang sukses.

Resor di area pegunungan Kumgang yang berada di bagian timur Korea Utara telah dibangun oleh salah satu perusahaan asal Korea Selatan pada tahun 1990.

Ribuan turis asal Korsel diizinkan untuk mengunjungi situs pariwisata tersebut di bawah pengawasan ketat namun izin kunjungan tersebut ditangguhkan pada 2008 lantaran kasus seorang turis wanita yang ditembak mati oleh seorang petugas Korea Utara.

Pada 2011, Korea Utara menyita aset Korea Selatan di kompleks itu dan mengusir pejabat Selatan yang tersisa di sana.

Pada hari Rabu, kantor berita resmi KCNA Korea Utara mengatakan Kim mengunjungi tempat wisata itu dan menyatakan bangunan yang ada di sana kumuh dan tidak memiliki karakter nasional.

"Dia menginstruksikan untuk menghancurkan semua fasilitas yang tampak tidak bagus buatan Korsel dan membangun fasilitas layanan modern baru dengan cara kita sendiri," kata KCNA.

Kim sendiri mengatakan bahwa akan keliru jika publik menganggap resor tersebut sebagai simbol hubungan antara Korea Utara dan Selatan, melainkan sebaliknya hal itu melambangkan ketergantungan.

"Gunung Kumgang adalah tanah kami yang diraih dengan darah, dan bahkan sebuah tebing dan pohon di atasnya berkaitan dengan kedaulatan dan martabat kami," ujar Kim mengenai area pegunungan Kumgang.

Hubungan antara Korea Utara dan Selatan kini berada di titik terendah.

Korea Utara merasa marah ketika Korea Selatan melakukan latihan militer tingkat rendah dengan AS. Bahkan mereka menolak terlibat dalam diskusi dengan Korea Selatan terkait masalah itu.

Korut dan Korsel secara teknis masih berperang. Meskipun Perang Korea berakhir pada 1953 dengan gencatan senjata, perjanjian damai tidak pernah ditandatangani hingga saat ini.

 

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait