KKP Hajar Lagi 4 Kapal Pencuri Ikan di Selat Malaka

Jakarta, katakabar.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kurun waktu 5 hari terus "Bertempur" dengan para pencuri ikan yang menggunakan kapal asing di perairan nusantara.

Lewat aksi Kapal Pengawas Perikanan, KKP berhasil menangkap 4 kapal ikan asing berbendera Malaysia di Selat Malaka.

Kali terakhir, dua kapal berbendera Malaysia yang sedang mencuri ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) 571-Selat Malaka ditangkap pada Senin lalu (25/1) lalu.

Saat ditangkap, dua kapal asing ini berupaya melawan dengan memotong jaring trawl yang menjerat dan sebabkan kerusakan propeller (baling-baling) Kapal Pengawas milik KKP.

“Kami konfirmasi keberhasilan operasi pengawasan yang berhasil menangkap lagi 2 kapal ikan asing illegal berbendera Malaysia di WPP-571," ujar Sekretaris Jenderal KKP Antam Novambar.

Diceritakan Plt. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan ini, oerasi penangkapan dilakukan Kapal Pengawas Perikanan HIU 08 yang dinakhodai Kapten Hendro Andaria, terhadap dua kapal berbendera Malaysia, KM. SLFA 5165 yang berhasil dilumpuhkan pada posisi 03?15, 804’ LU – 100?32, 492’ BT, dan KM. SLFA 5170 ditangkap pada posisi 03?16, 353’ LU – 100?31, 726’ BT.

“Kedua kapal saat ini sudah berada di dermaga Stasiun PSDKP Belawan bersama dengan 10 orang awak kapal yang merupakan Warga Negara Indonesia," jelas Antam.

Soal detail operasi penangkapan, Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, Pung Nugroho Saksono menjelaskan, modus memotong jaring dengan tujuan menjerat baling-baling Kapal Pengawas Perikanan saat ini memang marak dilakukan.

Kondisi hari yang masih gelap membuat awak kapal pengawas kesulitan untuk melihat posisi jaring, tapi akhirnya kesigapan petugas mampu mengatasi perlawanan tersebut.

“Awak Kapal Pengawas kami sudah sangat siap dengan perlawanan seperti ini, sehingga pelumpuhan tetap bisa dilaksanakan," ulas Ipunk sapaan akrabnya.

Kata Ipunk, keberhasilan operasi ini tidak lepas dari dukungan informasi intelijen yang sudah dikumpulkan sebagai salah satu pertimbangan penting dalam melakukan operasi di lapangan.

Dengan penangkapan terakhir ini, Ditjen PSDKP-KKP telah menangkap 5 kapal pelaku illegal fishing di WPP-NRI 571 Selat Malaka dalam kurun waktu kurang sepekan, 4 kapal ikan asing illegal berbendera Malaysia dan 1 kapal trawl berbendera Indonesia berhasil dilumpuhkan dan diproses hukum lebih lanjut.

Hal itu menunjukkan komitmen dan keseriusan KKP di bawah komando Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono untuk tegas dalam menjaga kedaulatan laut dan sumber daya kelautan perikanan milik Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), khususnya, dalam operasi Pemberantasan illegal fishing.

Editor : Sahdan

Berita Terkait