KLHK Sita Puluhan Satwa Dilindungi di Bali

Bali, katakabar.com - Tim Operasi Gabungan Balai Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Wilayah Jawa Bali dan Nusa Tenggara (Jabalnusra) bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, Polda Bali dan TNI, berhasil sita 24 ekor burung tergolong jenis yang dilindungi, dan mengamankan inisial INS umur 47 tahun, di Desa Jalan Kartika Plasa, Gang Manga BR Anyar, Kuta, Bali, pada Rabu (21/4) lalu.

Burung-burung yang disita, rinciannya 2 ekor kakatua seram, 8 ekor kakatua putih jambul kuning, 7 ekor nuri bayam, 2 ekor nuri kepala hitam, 3 ekor jalak putih, 2 ekor jalak bali.

Burung dilindungi dititip-rawat di Taman Konservasi Satwa Tabanan. Tim telah menyerahkan kasus ini ke penyidik Balai Gakkum KLHK Wilayah Jabalnusra untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Kepala Balai Gakkum Wilayah Jabalnusra, Muhammad Nur, lewat keterangan tertulisnya pada Kamis (22/4) kemarin mengatakan, saat ini penyidik masih mendalami modus operandi kasus ini untuk mencari dan menelusuri jaringan perdagangan satwa dilindungi.

Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan Kementerian LHK, Sustyo Iriyono menegaskan, pihaknya bakal menindak tegas setiap pengedar satwa dilindungi.

"Kami imbau agar masyarakat memantau dan mengawasi peredaran satwa dilindungi, dan melaporkan ke Balai Gakkum KLHK atau ke BKSDA," ajak Sustyo.

Kami bekerjasama lebih intensif dengan berbagai lembaga, otoritas dan masyarakat untuk mendukung gerakan bersama penurunan kejahatan perdagangan illegal dan perburuan Tumbuhan Satwa Liar dilindungi di seluruh lokasi di tanah air.

Penyidik menjerat pelaku dengan Pasal 21 Ayat 2 Huruf a Jo Pasal 40 Ayat 3, Undang-Undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya, dengan ancaman hukum penjara maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp100 juta.

Operasi gabungan ini berawal dari pengaduan masyarakat yang ditindaklanjuti dengan pengumpulan data dan informasi dari Senin (19/4). Hasil dari pengumpulan data dan informasi dipastikan ada usaha penampungan satwa dilindungi di Desa Jalan Kartika Plasa, Gang Manga, BR Anyar, Kuta, Bali.

Editor : Sahdan

Berita Terkait