Kolaborasi di Tengah Ketidaksesuaian Menuntaskan 4 Misi Syahrial Abdi

Bengkalis, katakabar.com - Asisten III Setdaprov Riau, Syahrial Abdi belum genap sebulan menjadi Penjabat Bupati di Kabupaten Bengkalis.

Sederet persoalan yang menggantung pelan dan pasti mesti diurai, seperti menarik rambut dalam tepung, rambut jangan putus, tepung jangan bergoyang. Butuh kesabaran dan keuletan dalam memutuskan suatu perkara yang sangat sulit.

Begitu cara mantan Penjabat Bupati Kampar ini menyelesaikan berbagai persoalan di Negeri Junjungan nama lain dari Kabupaten Bengkalis.

Setelah sukses menuntaskan APBD Perubahan, tantangan pertama bertugas di Kabupaten Bengkalis. Tantangan kedua sudah didepan mata, mengeksekusi berbagai program yang tertuang dalam APBD Perubahan dengan waktu yang sangat singkat, terhitung dari sekarang hingga penghujung tahun 2020.

"Seluruh kegiatan mesti digas pull di pekan ketiga Oktober 2020 ini, guna mencapai target realisasi APBD Perubahan, biar roda ekonomi berjalan dan hasilnya dapat dinikmati dan dimanfaatkan masyarakat," ujar Penjabat Bupati Bengkalis ini saat bersilturahmi dan makan siang bersama dengan puluhan orang insan pers yang bertugas di daerah Duri sekitarnya, di gedung Bathin Betuah Kecamatan Mandau, kemarin.

Kabupaten Bengkalis ujar mantan Plt Bapenda Provinsi Riau ini, rada beda dengan Kabupaten lainnya sama - sama melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak Tahun 2020.

Itu sebabnya, kenapa Kabupaten Bengkalis dilantik Penjabat Bupati lantaran terjadi kekosongan disebabkan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bengkalis yang menjabat belum bisa mengakhiri jabatan, mestinya berakhir pada Februari 2021 mendatang.

Nah, saya bagian dari masa jabatan Amril Mukminin dan Muhammad. Ini kondisi yang berbeda. Untuk itu saya dilantik menjadi Penjabat Bupati punya 4 misi di Kabupaten Bengkalis, meliputi pertama urusan pemerintahan mesti diakhiri periode jabatan Bupati sesui RPJMD. Misi ini lebih berat, sebab terikat dengan jabatan.

Kedua sukseskan Pilkda serentak tahun 2020. Ketiga, pastikan netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dan keempat percepatan penanganan Covid 19, untuk itu saya ditunjuk sebagai Ketua Satgas Covid 19.

Dari empat tugas yang saya emban, misi pertama dan kedua serta ketiga sudah berjalan. ASN di lingkup Pemkab Bengkalis sudah berikrar menjaga netralitas di pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2020 ini.

Kalau untuk Pilkada serentak tahun 2020, gawenya Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu Kabupaten Bengkalis. Pemlab Bengkalis tugas pokok dan fungsinya memfasilitasi biar pelaksanaan Pilkada berjalan sukses, tertib, aman dan damai serta kondusif.

Untuk misi keempat, penanganan percepatan Covid 19. Semua berkolaborasi, kerjasama yang baik dan bergerak bersama - sama mencegah dan mengantisipasi penyebaran virus Corona.

Tak bisa ditampikkan, situasi dan kondisi pandemi Covid 19 telah berdampak di sektor ekonomi, seperti daya beli melemah serta lainya menyangkut hajat hidup dan kehidupan masyarakat.

Itu sebabnya, saya sudah tekankan seluruh kegiatan sudah dilaksanakan dan dijalankan di pekan ketiga Okotober 2020 nanti. Apalagi duit ada untuk membayar proyek penunjukan langsung. Sejalan dengan itu, utang ke pihak tiga sudah clear and clean.

Hal itu saya akan pastikan APBD tidak membeku, tapi mesti mencair. Lantaran kita masih ketergantungan APBD, ini mesti dirubah kedepan biar Kabupaten Bengkalis berubah menjadi leboh baik.

Untuk itu, mambangun kolaborasi di tengah ketidaksesuaian salah satu solusi dan cara mesti ditempu dengan memastikan kinerja OPD, biar sejalan dan sinergi, serta optimis membangun kesesuaian untuk mencapai ketercapaian dalam menuntaskan 4 misi di rentang waktu cuma hitungan bulan, tandasnya.

Editor : Sahdan

Berita Terkait