Soal Limbah  PT SISL

Komisi II DPRD Pelalawan Tunda RDP, Ini Penyebabnya

Pelalawan, katakabar.com - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pelalawan gelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan warga desa Kiyab Jaya, dan perusahaan PT Siak Indrapura Sawit Lestari (SISL), pada Selasa (7/9) kemarin.

RDP tersebut membahas dugaan pencemaran sungai Kiyab yang dilakukan perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit itu. 

Ketua DPRD Pelalawan, Baharudin didampingi Wakil Ketua DPRD, Syafrizal serta Ketua Komisi II, Abdul Nasib yang pimpin RDP, dihadiri anggota Komisi II, Sunardi, Yumilda, Sukardi, dan unsur Pemda Pelalawan Kadis Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Eko Novitra, serta perwakilan masyarakat, yakni sejumlah tokoh masyarakat Desa Kiyab Jaya, Kecamatan Bandar Sikijang.

Tapi, RDP terpaksa dibatalkan atau ditunda. Setelah perwakilan dari perusahaan, Manager Produksi PT SISL, Sutyono ditolak kehadirannya lantaran diyakini tidak mempunyai kapasitas untuk mengambil atau memberi keputusan dalam rapat tersebut.

"Kita bersama-sama pimpinan rapat, Komisi terdiri Komisi I, II , dan III DPRD Kabupaten Pelalawan dan kawan lainnya sepakat untuk tidak melanjutkan rapat kemarin disebabkan perwakilan perusahaan tidak mempunyai kapasitas dalam mengambil keputusan."

Harapannya yang hadir tadi adalah Direktur perusahaan yang bertanggungjawab masalah ini, dan mempunyai kebijakan dalam mengambil keputusan", kata Yulmida Anggota komisi II DPRD Pelalawan, Yulmida kepada katakabar.com, pada Rabu (8/9)

Ditegaskan Yulmida, kami tidak mau lanjutkan RDP lantaran yang hadir cuma Humas PT SISL, yang tidak bisa memutuskan pada rapat. RDP dijadwal ulang di awal bulan nanti.

PT SISL mesti bertanggungjawab dan memperhatikan masyarakat sekitar disebabkan perusahaan memang buang limbah ke sungai tersebut.

"Meski izin PMKS itu berada di Kabupaten Siak, tapi pembuangan limbahnya ke sungai Kiyab yang berada di Kabupaten Pelalawan. Kami berharap pihak perusahaan ikut bertanggungjawab atas kelestarian sungai dan ikut memperhatikan warga tempatan di sekitar sungai," tegasnya

Masih Yulmida, kalau tidak mau, jangan buang limbah ke sungai. Silahkan buat pembuangan limbah di lokasi perkebunan perusahaan sendiri.

"Kami tidak mau lanjutkan RDP, dari pihak PT SILS cuma Humasnya yang hadir tidak bisa memutuskan dalam rapat tersebut. Kita jadwalkan ulang di awal bulan nanti," sebut politisi partai Golkar ini.

Sekedar diketahui, soal dugaan limbah mencemari sungai Kiyap Jaya di Kecamatan Bandar Seikijang, Kabupaten Pelalawan oleh  PT Siak Indrapura Sawit Lestari (PT SISL), Anggota Komisi II DPRD Pelalawan sudah turun ke lokasi kejadian. Para legislator 'Negeri Seiya Sekata' nama lain dari Kabupatem Pelalawan temukan ada pembiaran limbah oleh PT SILS. 

Editor : Sahdan

Berita Terkait