Komploton Curanmor Digaruk Polisi

Bengkalis, katakabar.com - Komplotan tindak pidana pencurian sepeda motor, masing - masing inisial RL umur 26 tahun, SO umur 19 tahun, dan IIN umur 19 tahun digulung polisi. Komplotan Curanmor lainnya masuk Data Pencarian Orang (DPO) polisi, masing - masing inisial YI dan ANG.

Kepala Kepolisian Resor Kabupaten Bengkalis, AKBP Hendra Gunawan lewat siaran persnya mengatakan, ketiga pelaku dalam menjalankan aksi Curanmor berbeda peran.

Peran RL melakukan eksekusi sepeda motor di parkiran samping rumah korban, Samuel S di Jalan Sinar Toba RT 6 RW 3 Desa Pinggir, Kecamatan Pinggir. Insial SO berperan melihat keadaan dan situasi saar RL eksekusi sepeda motor KLX merah jambu di rumah Rafael L T.

Dan inisial YI perannya hampir sama dengan RL. Tapi pelaku yang satu ini lebih spesifik hingga melihat situasi saat penjualan sepeda motor curian dapat untung Rp700 ribu.

Begitu Inisial ANG melihat keadaan setuasi pada saat RL melaksanakan eksekusi sepeda motor. IIN mengetahui 4 orang temannya melakukan pencurian dan berusaha mendapatkan penjualan dapat keuntungan Rp200 ribu.

'Penangkapan kepada para pelaku dilakukan pada Senin (16/11) sekitar pukul 18.45 WIB di simpang Jalan Mawar Kelurahan Balik Alam Kecamatan Mandau, oleh Tim Opsnal Polsek Pinggir.

Dari pengembangan dan pengejaran ke kawasan Jalan Jawa Kelurahan Gajah sakti Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis.

Berikut barang bukti yang diamankan dari pelaku, berupa 1 unit sepeda motor Merk Kawasaki KLX 150 S hijau dengan plat BM 6407 EX, milik Samuel Siregar.

Para pelaku dijerat Pasal 363 Ayat (1) 4e KUHPidana, isinya 'barang siapa mengambil sesuatu barang yang sama sekali atau sebagian termasuk kepunyaan orang lain yang dilakukan oleh 2 (dua) orang bersama-sama atau lebih, dengan maksud akan memiliki barang itu dengan melawan hak dan atau barang siapa dengan sengaja melakukan kejahatan itu dengan hukuman penjara selama-lamanya 7 tahun,' ceritanya.

Kronologi pencuriankata Kapolres Bengkalis ini, saat menjlankan aksinya SO bersama ANG menunggangi sepeda motor Scopy coklat tanpa plat dan dua pelaku lainnya menggunakan sepeda motor Blad 110 cc tanpa plat.

Saat SO dan temannya dari arah Pekanbaru mau pulang ke Duri, salah seorang pelaku melihat sepeda motor KLX merah Jambu berdiri di tepi Jalan Lintas Pekanbaru - Duri pada sebelah kanan, persis samping rumah calon korban.

Para pelaku memutar arah ke rumah calon korban untuk melihat sepeda motor tersebut dan menyentuhnya ternyata ada orang di sana. Terus YI berlari ke sepeda motor dan menyuruh ANG untuk membawa sepeda motor disebabkan ada orang dan tidak mencurinya.

Awal November 2020, para pelaku sepakat tentang target sepeda motor KLX 150.

'Kereta yang di Pinggir itu kayak mana, jadi geng kita mainkan.” tanya salah seorang pelaku. Mereka setuju dan bergerak ke Pinggir.

TKP Pinggir, persisnya di lokasi target. sekitar pukul 20.00 WIB, RL turun dan mengintai sepeda motor tersebut di sawit-sawit. Ketiga pelaku lainnya menunggu di samping Jalan, dan tak lama RL menuju ke rumah, posisi sepeda motor di samping rumah persis di depan pintu dan mengambilnya dengan cara mendorong ke tepi jalan.

'Sepeda motor didorong bersama - sama dengan cara mendorong sepeda motor dengan menggunakan kaki dari teman, itu dilakukan bergantian.'

Para pelaku menyimpan sepeda motor satu malam. Besoknya sekitar pukul pukul 18.30 WIB, sepeda motor KLX dibawa salah satu pelaku untuk dijual, pelaku lainnya menunggu.

Pelaku yang berperan menjual, sekitar pukul 21.00 WIB datang dan membagi uang sebesar Rp700 ribu per orang.

'Sepeda motor sudah terjual, pembeli baru beri panjar (uang muka), dimana keberadaan sepeda motor tidak diketahui,' tandasnya.

Editor : Sahdan

Berita Terkait