KPK Jilid V, Menanti Gebrakan 5 Nakhoda Baru dan Dewan Pengawas

Jakarta, katakabar.com - Serah terima jabatan dan pisah sambut antara pimpinan KPK jilid V dan IV sudah dilaksanakan di gedung Merah Putih KPK, Jakarta di pekan ketiga Desember 2019 lalu.

Tapi, lebih dulu dilaksanakan pembacaan dan penandatanganan Pakta Integritas kelima pimpinan baru dan kelima dewan pengawas meliputi, Tumpak Hatarongan Panggabean (Ketua), Artidjo Alkostar, Albertina Ho, Harjono, dan Syamsudin Haris.

Kegiatan itu dilaksanakan pasca Presiden RI Joko Widodo melantik kelima pimpinan baru dan Dewan Pengawas KPK di Istana Kepresidenan. 

Lima pimpinan periode 2019-2023 meliputi, Firli Bahuri (Ketua), Alexander Marwata, Lili Pintauli Siregar, Nawawi Pamolango, dan Nurul Ghufron resmi menjadi nahkoda baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Di acara Serah Terima Jabatan dan Pisah Sambut, Pimpinan KPK jilid IV, Agus Rahardjo mengatakan, agar para pimpinan baru dan dewan pengawas senantiasa menjaga KPK dengan sebaik-baiknya.

“Saya sudah menjadi anggota alumni dan masih merasa memiliki KPK. Tugas kita belum selesai, masih banyak hal yang mesti dilakukan. Jaga rumah kita mari kita terus berjuang,” ujar Agus sambil menyerahkan buku memori jabatan dan sebuah perangkat elektronik yang merupakan memori jabatan versi digital. 

Penyerahan perangkat elektronik menjadi simbol, Ia mau semua data bisa berubah menjadi versi digital.

“Kita buat digital, Ipad ini sekaligus untuk kerja sehingga dapat betul-betul gunakan data elektronik. Kewajiban kita efisienkan data dan integrase dengan teman-teman di lain lembaga,” katanya.

Ketua Dewan Pengawas KPK, Tumpak Hatarongan Panggabean mengimbau, agar setiap pegawai tidak khawatir dengan Undang-Undang KPK yang sudah di revisi.

“Undang-undang sudah berlaku, mari laksanakan dengan baik. Kalau ada kekurangan bisa disempurnakan."

Kata Tumpak, minta doa restu agar kelima Dewan Pengawas sebagai organ baru dalam lembaga KPK bisa bekerja dengan baik dan terus berkomitmen untuk mengutamakan pemberantasan korupsi.

Kemudian, dalam pidato pertama setelah menjabat sebagai 

Ketua KPK baru, Firli Bahuri, KPK sebuah institusi besar yang merupakan garda terdepan dalam pemberantasan korupsi. Tapi, luasnya Indonesia sangat sulit untuk memberantas korupsi sendirian.

Itu sebabnya, KPK mesti bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat dan lembaga lain agar dapat memenuhi cita-cita bersama, bersihnya Indonesia dari praktik korupsi.

“Kita bisa bersihkan bersama. No one can get success without others. And there is no success for person without others,” sebutnya.

Editor : Sahdan

Berita Terkait