Kreta Maling Diumpeti Polisi Takut Dimaling

Asahan,katakabar.com - Sepertinya tindak kriminal di wilayah hukum Polsek Pulo Raja tinggi, khususnya kasus pencurian. 

Ya, prihal ini mencuat setelah sempat geger ketika Satpam PTPN Lonsum Gunung Melayu menuding pihak oknum manajemen mengeluarkan kreta milik pelaku pencurian (maling,red) dari Polsek Pulau Raja. 

Ternyata, kreta tersebut diumpeti alias disimpan oleh pihak Polsek Pulau Raja di dalam gudang. Dimana gudangnya, hanya pihak kepolisian yang tau.    

Diumpetinya kreta pelaku maling sawit dengan tujuan untuk menghindari aksi pencurian atau hal-hal yang tidak diinginkan. 

Diketahui setelah tim katakabar.com, melakukan penelusuran dan mempertanyakan  langsung kepada Kanit Reskrim Polsek Pulau Raja, Ipda RE Lubis.

"Barang bukti berupa sepeda motor hasil tangkapan tim buser dan BKO PT Lonsum Gunung Melayu tersebut belum ada kita keluarkan, melainkan kita simpan di dalam gudang,"jelas RE Lubis saat ditemui, Rabu (23/11). 

Dirinya menjelaskan, sejumlah barang bukti tersebut sengaja disimpan di gudang untuk menghindari adanya tindak kejahatan lain.

"Karena kita takut barang bukti berupa sepeda motor tersebut hilang, makanya kita simpan di dalam gudang. Yang jelas adinda, kami tidak akan berani mengambil keputusan terkait persoalan tersebut,"janjinya. 

Kanit Reskrim Polsek Pulau Raja berharap kepada semua pihak agar tidak perlu khawatir terkait proses hukum yang ditangani oleh Polsek Pulau Raja. 

"Dalam hal ini, kami akan bekerja secara profesional dalam menangani suatu kasus apapun," ketusnya sembari mengakhiri pembicaraan. 

Sebelumnya, perwakilan Management PT PP Lonsum Gunung Melayu yang diduga telah melepaskan barang bukti berupa sepeda motor yang dipakai oleh pelaku dalam melakukan pencurian kelapa sawit. (MG-Habib) 
 

Editor : Dedi

Berita Terkait