LAM di Kawasan Riau Demo Yayasan RTMJ, Ada Apa?

MANDAU (KATAKABAR)- Ratusan massa yang tergabung dalam Lembaga Adat Melayu (LAM) di kawasan Riau  mendemo Yayasan Raja Tawar Mula Jadi Rintisan Balai Budaya "Jabu Bolon" di Jalan Rangau Kilometer 7, Sabtu kemarin (3/3/2018)

Walau langit ditutupi awan hitam swperti hujan deras bakal turun tapi matahari begitu panas dan terik tak menyurutkan semangat massa menyampaikan aspirasi dan protes terhadap peresmian Yayasan Raja Tawar Mula Jadi Rintisan Balai Budaya "Jabu Bolon".

Pita Kuning sebagai simbol mereka gunakan, hampir 1,5 Jam berkumpul di gedung LAMR Kecamatan Mandau di bawah pengawalan personil polisi.

Satu Jam setelah demo, suasana di kawasan Jalan Rangau memanas. Ratusan massa mendesak aparat polisi dipimpin langsung Kapolres Bengkalis, AKBP Abas Basuni yang kawal demo.

"Buka spanduk ucapan selamat datang", kata seorang pendemo teriak keras dari tengah massa.

Ini karena tak ada kata sepakat permintaan LAM agar tidak meresmikan yayasan tak digubris. Pemilik yayasan belakangan Boru Nainggolan tetap ngotot menggelar pesta dan peresmian.

Sebelumnya, massa sekitar pukul 09.45 WIB bergerak menggunakan roda empat dan roda dua dari gedung LAMR ke lokasi demo.

Di lokasi tepat di as Jalan Lingkar Barat dan Jalan Rangau berkumpul meneriakkan yel-yel protes dan menolak keberadaan dan peresmian yayasan dinilai tidak sesuai prosedur dan tatanan adat melayu.

Kapolres dan anggota berusaha meredam, situasi tambah panas akhirnya keinginan massa diaminkan.

Berikut terlihat spanduk yang dibentangkan massa "Kami atas nama Lembaga Adat Mandau kawasan Provinsi Riau Menolak keras atas peresmian atau pun apa nama lainnya yayasan Raja Tawar Mula Jadi Jalan Rangau KM 7. Kalau tetap dilanjutkan jangan salahkan kami, kami akan bertindak keras dan melakukan aksi protes dengan turun ke jalan".

"Dimana Bumi Dipijak Disitu Langit Dijunjung" serta tulisannya lainnya.

Setelah hampir 2 Jam lamanya massa LAM demo, sejumlah tokoh-tokoh melayu yang ikut demo didampingi kepolisian masuk ke dalam lokasi yayasan berdialog.

LAM tetap pada pendiriannya meminta agar peresmian yayasan RTMJ dihentikan.

Menjelang waktu shalat zuhur tiba setelah dialog, situasi kembali memanas dan nyaris terjadi bentrok. Massa kembali mendesak berusah menerobos kawat berduri yang di pasang polisi di akse masuk ke lokasi acara.

Akhirnya, pihak kepolisian menghentikan acara peresmian. Sementara, massa dan aparat penegek Perda mencopot umbul-umbul salah merk rokok yang berjejer sepanjang jalan ke lokasi "Jabu Bolon".

 

Editor :

Berita Terkait