Selama PSBB

Layanan Ekspedisi Barang Tetap Beroperasi Seperti Biasa, Siapa Bilang Ditutup?

Bengkalis, katakabar.com - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid 19 di Kabupaten Bengkalis, efektif dilaksanakan pada Senin (18/5).

Kemarin, Sebelum efektif PSBB. Ada pernyataan warga, khususnya di media sosial (medsos) menyayangkan tidak diperbolehkannya layanan ekspedisi barang beroperasi, sebab bisa mematikan ekonomi masyarakat.

Hal lain, disesalkan masyarakat, adanya larangan pengiriman barang dengan (dibungkus) kardus selama penerapan PSBB.

Menanggapi itu, Kadis Kominfotik Kabupaten Bengkalis, Johansyah Syafri menegaskan, kedua informasi itu tidak benar. Hoaks itu, bisa jadi yang bersangkutan belum membaca Peraturan Gubernur (Pergup) Nomor 27 Tahun 2020 maupun Peraturan Bupati Bengkalis (Perbup) Nomor 39 Tahun 2020.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Bengkalis ini menjelaskan, di kedua pedoman pelaksanaan PSBB itu layanan ekspedisi barang, seperti JNE, TiKi, Indah Cargo dan sejenisnya, tidak termasuk perusahaan komersil dan swasta yang dilarang melakukan kegiatan selama pelaksanaan PSBB.

“Layanan ekpedisi barang tidak termasuk yang dilarang. Tetap diperbolehkan melakukan kegiatan. Baik di lampiran I Pergup Nomor 27 Tahun 2020 maupun Perbup Nomor 39 Tahun 2020, hal ini tegas. Tetap diperbolehkan melakukan kegiatan,” ujar Johan.

Dijelaskannya, baik di Pergup Nomor 27 Tahun 2020 maupun Perbup Nomor 39 Tahun 2020, tak ada aturan yang melarang pengiriman barang menggunakan kardus.

Dilarang itu, perusahan komersil atau swasta tidak boleh melakukan pengiriman semua bahan dan barang yang bukan pangan atau barang pokok serta barang penting.

“Contohnya, barang dan pakaian bekas, besi bekas dan kaca, atau kardus. Kardus yang dimaksudkan di sini, kardus bekas untuk didaur ulang. Bukan barang yang dikemas dengan kardus,” sebutnya meluruskan.

 
 
 
 
Editor : Sahdan

Berita Terkait