Taja Seminar Kearifan Lokal

Mahasiswa KKN DR Kelompok 46 STAIN Bengkalis Bangkitkan Ekonomi

Bengkalis, katakabar.com - Mahasiswa KKN DR dari kelompok 46 STAIN Bengkalis menggelar seminar kearifan lokal mengangkat tema "Pemahaman Dasar Hukum Pendirian Usaha dan Pola Pengembangan Usaha Tenun", di Desa Sebauk Bengkalis, pada Selasa (3/8) kemarin.

Ketua KKN DR Kelompok 46 STAIN Bengkalis, Ferdy Aprian W mengatakan, kegiatan ini digelar selepas kunjungan dan penelitian terhadap tenun, di Desa Sebauk.

"Kami gelar Seminar Kearifan Lokal ini dari hasil dari kunjungan dan penelitian di lapangan terhadap Pengrajin Tenun, kami berharap lewat tenun khas melayu ini bisa membangkitkan ekonomi masyarakat," jelasnya.

Kepala Desa Sebauk, Tamrin memberikan apresiasi kepada mahasiswa KKN DR dari kelompok 46 STAIN Bengkalis, sudah melaksanakan seminar.

"Kami apresiasi gagasan dan tindakan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN dari kelompok 46 STAIN Bengkalis. Harapannya kegiatan ini tidak hanya sebatas seminar saja, tapi kegiatan ini harus berkelanjutan sehingga berdampak positif bagi pengrajin tenun dan dapat membangkitkan perekonomian masyarakat melalui usaha tenun," ujarnya.

Kata Tamrin, usaha tenun saat ini banyak digemari masyarakat dari berbagai kalangan, baik dari kalangan pejabat daerah sampai pada masyarakat menengah ke bawah. Selain itu usaha tenun sangat menjanjikan dan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

Pemateri seminar, dosen STAIN Bengkalis, Risman sampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Sebauk dan seluruh jajaran telah memfasilitasi kegiatan mahasiswanya.

"Saya berterima kasih kepada Kepala Desa Tamrin dan seluruh jajarannya yang telah mensupport kegiatan ini, mudah-mudahan kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat khususnya bagi pelaku pengrajin tenun," harapnya.

Pemateri seminar lainnya, Juwandi menimpali, bidang usaha tenun harus terus dikembangkan dan dipasarkan baik pasar lokal maupun skala nasional. 

Terlebih dimasa pandemi Covid 19 seperti sekarang ini, masyarakat dituntut mempunyai inovasi dan kreasi diberbagai bidang. Secara hukum pengrajin tenun mesti faham tentang regulasi dan implementasi di lapangan, tambahnya.

Editor : Sahdan

Berita Terkait