Mahasiswa Luar Negeri Asal Riau Jalani Rapid Test, Hasilnya Negatif

Pekanbaru, Katakabar.com - Gubernur Riau Syamsuar mengatakan bahwa sebanyak 11 orang mahasiswa Riau yang kuliah di luar negeri dikarantina di Balai Diklat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) di Pekanbaru. Mereka telah melakukan rapid test, dan hasilnya menunjukkan negatif.

"Alhamdulillah seluruh mahasiswa Riau dari luar negeri telah dilakukan rapid test dan hasilnya negatif," kata Syamsuar didampingi Kadis Kominfo Chairul Riski dan Kadis Kesehatan Mimi Yuliani Nazir, Sabtu (9/5).

Syamsuar menyebutkan, jika selama karantina terdapat mahasiswa yang memperlihatkan gejala Covid-19, pihaknya akan segera melakukan swab.

Dia berharap dengan telah dilakukannya rapid test, mahasiswa yang dikarantina bisa mematuhi dan mengikuti prosedur karantina yang telah ditetapkan protokol kesehatan.

Bahkan jika masa karantina selesai dan mahasiswa telah dipulangkan, mereka diminta untuk tetap memakai masker baik dalam rumah maupun di luar rumah demi saling menjaga sesama keluarga.

"Seandainya nanti mahasiswa sudah dipulangkan ke rumah masing-masing, supaya tidak melakukan kontak langsung dengan siapapun seperti berjabat tangan," kata Syamsuar. 

Syamsuar mengimbau kepada seluruh mahasiswa Riau agar selalu berolahraga dan berjemur di pagi hari, karena sinar matahari pagi mengandung ultraviolet yang dipercaya dapat meningkatkan sistem imun tubuh.

Selain dipercaya meningkatkan imun tubuh, Syamsuar menyebutkan sinar ultraviolet juga dapat mematikan virus.

"Kepada seluruh mahasiswa yang sedang dikarantina agar selalu sempatkan diri untuk olahraga dan berjemur dipagi hari. Supaya tubuh sehat dan kekebalan tubuh jadi meningkat sehingga virus tidak mudah masuk kedalam tubuh," terangnya.

Menurut politkus partai Golkar itu, waktu yang tepat untuk berjemur adalah di bawah jam 10 pagi dan dilakukan minimal selama 10-20 menit.

"Dengan menjalankan instruksi protokol pencegahan Covid-19, seperti rajin mencuci tangan dengan sabun, melaksanakan social distancing, melakukan aktivitas fisik dengan berolahraga, makan makanan yang bergizi dan berjemur di bawah sinar matahari pagi, semoga dapat mencegah penyebaran Covid-19," jelasnya.

Syamsuar mengatakan, para mahasiswa berharap Pemprov Riau menyediakan Surat Keterangan (SK) bahwa pihaknya telah melakukan karantina selama 14 hari.

Tujuan SK ini juga agar tibanya pulang ke daerah masing-masing mahasiswa tersebut tidak perlu melakukan isolasi mandiri lagi selama 14 hari.

Karena setelah selesai karantina di provinsi sehingga saat pulang ke daerah masing-masing, Pemerintah Daerah setempat tidak melakukan karantina lagi.

Karena itu, Syamsuar akan memberikan surat keterangan bahwa mahasiswa dari luar negeri teresebut telah dikarantina di Balai Diklat BPSDM.

"Dari pihak Diskes Provinsi Riau akan mengeluarkan surat keterangan bahwa mahasiswa semua telah melakukan karantina selama 14 hari," ujar Syamsuar.

Menurut Syamsuar, dengan adanya surat keterangan dari Diskes Provinsi Riau ini mahasiswa tidak perlu melakukan isolasi mandiri di daerahnya masing-masing. Namun, jika ada mahasiswa yang sakit usai dikarantina, maka wajib dilakukan isolasi mandiri.

"Selama dikarantina ini kami akan terus pantau kesehatannya dan juga kebutuhannya. Semua kebutuhannya mahasiswa akan kami berikan hingga selesai karantina selama 14 hari," pungkasnya.

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait