Mahasiswa Tergabung GMPP Geruduk PT CAS

Pelalawan, katakabar. com - Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pemuda Pelalawan (GMPP) geruduk PT Cakra Alam Sejati (CAS). Aksi unjuk rasa digelar persis di depan pos jaga PT CAS yang berada di kawasan Desa Dundangan, Kecamatan Pangakalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, pada Selasa(27/9) lalu.

Massa GMPP menilai PT CAS diduga belum kantongi perizinan pembangunan refineri hilir risasi Crude Palm Oil (CPO ) minyak goreng Kelapa sawit dari Dinas Pemerintah Kabupaten Pelalawan, dan mengengenai program CSR dinilai tidak transaparan.

Gerakan Mahasiswa Pemuda Pelalawan (GMPP) mendesak PT CAS menghentikan sementara aktivitas perusahaan yang diduga belum punya izin perusahaan, baru PT CAS memproduksi minyak goreng kemasan.

"Tuntutan kawan-kawan GMPP, pihak  memperlihatkan data-data dari izin Dinas perizinan soal perizinan pembangunan refineri hilir risasi Crude Palm Oil (CPO )PT Cas, baru memproduksi minyak goreng kemasan," tegas koordinator umum aksi unjuk rasa, Agus Rianda kepada katakabar.com, pada Kamis (29/9).

Kata Agus, perusahaan tidak dapat memperlihatkan dan menunjukkan data-data perizin dari Dinas Perizinan. Kontribusi perusahaan baru seperti apa, kalau perusahaan bertambah program CSR mestinya bertambah ke masyarakat, tapi perusahaan tidak mau menunjukkan datanya, dan anehnya kami disuruh melihat ke Dinas Perizinan.

"Barangkali, kawan-kawan bakal mengirimkan surat ke Pak Bupati Kabupaten Pelalawan. Untuk itu, kami minta ketransparanan program CSR perusahaan PT CAS berkedudukan di Desa Dundangan agar dianggarkan setiap tahunnya," serunya.

GMPP soroti dugaan IMB, Izin Gangguan atau HO (Hinder Ordonantie) dan izin lingkungan perusahaan baru  PT CAS yang sudah beroperasi  berjalan 2 tahun. Apalagi perusahaan memproduksi minyak goreng kemasan dan itu tidak ada sosialisasi kepada masyarakat setempat.

"Kita kawal terus kasus ini hingga selesai dan pihak perusahaan dapat memperlihatkan data-data izinnya. Soalnya, apa yang kami tuntut demi kepentingan masyarakat setempat," sebutnya.

Editor : Sahdan

Berita Terkait