Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Dituding Jadi Dalang Terorisme

Pekanbaru, katakabar.com - Pemerintah sementara Bolivia menuding mantan Presiden Evo Morales melakukan kegiatan terorisme dan penghasutan. Morales dianggap berperan mengobarkan kerusuhan di negara itu.

"Morales mengorganisir penghalang jalan yang mencegah makanan memasuki kota," kata Menteri Dalam Negeri Arturo Murillo seperti dikutip dari BBC, Sabtu(23/11).

Di Twitter, Morales membantah tuduhan tersebut.

Politisi sayap kiri dari komunitas asli Bolivia itu melarikan diri ke Meksiko setelah permohonan suakanya diterima karena tentara mendesaknya untuk mundur.

Protes yang diwarnai kekerasan telah melumpuhkan sejumlah bagian Bolivia, sejak pengunduran diri Morales yang dianggap sebagai kudeta militer.

Pada konferensi pers kemarin Menteri Dalam Negeri Arturo Murillo mengatakan pengaduan pidana terhadap Evo Morales - berdasarkan rekaman audio yang diakui tentang Morales dari Meksiko - telah diajukan kepada jaksa penuntut.

"Kami sedang mencari hukuman maksimum untuk kasus penghasutan dan terorisme," kata Murillo.

Amerika mengakui presiden sementara Bolivia

https://cdns.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2019/11/23/1128161/paging/540x270/amerika-mengakui-presiden-sementara-bolivia-rev2.jpg

Menanggapi tuduhan di Twitter, Morales mengatakan rekaman itu telah "dimanipulasi" dan mempertanyakan mengapa jaksa tidak menyelidiki kematian pengunjuk rasa sebagai gantinya.

Presiden sementara Jeanine ÃÃez sebelumnya mengatakan Morales harus menghadapi penuntutan jika ia kembali ke negara itu.

AÃez, seorang senator oposisi, menjabat sebagai presiden di tengah kekosongan kekuasaan sepeninggal Evo Morales. Ia berjanji segera mengadakan pemilihan dan menyangkal kudeta terhadap pemimpin Bolivia sebelumnya.

Sementara itu Amerika Serikat mengakui AÃez sebagai pemimpin dan mengatakan mereka berharap dapat bekerja sama dengan pemerintahan sementara Bolivia.

 

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait