Mantap, Nilai Impor RI Dari Israel Terus Berkurang

  • Reporter:
  • 14 Desember 2017, 11:09:00 WIB
  • Internasional

INDONESIA (katakabar) - Penyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang mendeklarasikan Yerusalem menjadi Ibu Kota Israel, menuai respons keras dari berbagai negara dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Bahkan, Presiden Joko Widodo mengaku dongkol mendengar kabar tersebut.

Tidak hanya itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla pun memperingatkan ada potensi gejolak ekonomi global yang terjadi, dampak diakuinya Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel oleh AS. Antara lain, bergejolaknya harga minyak dan menurunnya perdagangan internasional, karena potensi embargo ekonomi oleh banyak negara.

Berbicara dengan perdagangan, hubungan Indonesia dan Israel masih terus terjalin hingga saat ini. Namun, Indonesia masih untung berdagang dengan Israel.

Pada periode Januari hingga Oktober 2017, ekspor Indonesia ke Israel tercatat sebesar US$102 juta, sedangkan nilai impor RI dari Israel tercatat senilai US$100,66 juta. Artinya, terjadi surplus dagang senilai US$2,28 juta.

Data tersebut juga menunjukkan bahwa impor RI dari Israel terus mengalami penurunan setiap tahunnya. Pada 2012, impor RI dari Israel mencapai US$183,9 juta, turun menjadi US$145,9 juta (2013), US$138,8 juta (2014), US$116,7 juta (2015), dan US$103,1 di 2016.

Terlepas dari data tersebut, hingga saat ini Indonesia belum menentukan sikapnya terkait kerja sama ekonomi kedua negara. Namun, para pengusaha berharap kontroversi Trump tersebut tidak memengaruhi dunia usaha di tanah air, khususnya bidang perdagangan.

Editor :

Berita Terkait