Mayat Perempuan Terpanggang di Pelalawan

Pelalawan, katakabar.com - Heboh, sosok mayat perempuan dalam keadaan hangus terbakar, mayat perempuan ditemukan di belakang rumah warga di Jalur 11 Desa Sari Makmur, Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan, Riau, Rabu (8/7).

Kasubag Humas Polres Pelalawan Iptu Edy Hariyanto Kamis (9/7) membenarkan temuan mayat tersebut. Dia mengatakan, mayat perempuan diketahui insial RN (26), ditemukan orang tuanya PR (45) tergeletak di bawah pohon sawit belakang rumahnya dalam kondisi memprihatinkan.

"Mayat berjenis kelamin perempuan inisial RN (26), warga SP 3 B desa Air Hitam Kecamatan Ukui dalam kondisi hangus dibelakang rumah orang tuanya," katanya, Kamis (9/7).

Dijelaskan, pertama kali Kapolsek Pangkalan Lesung AKP Nazarudin, SE yang mendapat laporan dari Bhabinkamtibmas Desa Sari Makmur, bahwa ada warga meninggal bunuh diri dan lansung memerintahkan Unit Reskrim dan piket SPK ke TKP.

Setelah sampai di TKP, tim melihat korban sudah dibungkus dengan kain di ruang tamu rumah orang tuanya. Dengan izin dan disaksikan oleh pihak desa dan masyarakat, tim meminta membuka kain pembungkus dan benar korban dalam kondisi hangus dan tegang.

Selanjutnya, tim melakukan pengecekan TKP yang berjarak 10 meter dari belakang rumah orang tuanya, setelah itu korban dibawa ke Puskesmas Pangkalan Lesung guna dilakukan visum.

"Ayah korban mengatakan, dirinya terbangun mendengar anak dari korban yang masih bayi menangis, kemudian ia menanyakan kepada ibu korban mana RN dan di jawab ibunya, mungkin buang air," kata Edi.

Meski telah dipanggil dan dicari sampai ke kamar mandi, namun korban tidak ditemukan. Kemudian ayah korban keluar rumah, mencari di sekitaran rumah. Ketika berada di belakang rumah, ia melihat ada sesosok mayat yang tergeletak di dekat pohon sawit.

Dia kaget melihat mayat tersebut anaknya, di dekat korban saksi mengatakan ada bau bensin yang menyengat, serta ada bekas jeregen bensin dan mancis.

Dari keterangan ibunya, beberapa hari belakangan korban sering termenung tidak seperti biasa. Namun tidak ada tingkah laku yg aneh lainnya. Yang dia lihat hanya korban sering menyendiri. Setelah ditanya, korban tidak ada mengatakan ada masalah.

Setelah dilakukan pemeriksaan luar oleh dokter Harry terhadap korban di puskesmas Pangkalan Lesung, tidak ada ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun tetap disarankan dilakukan otopsi di rumah sakit di Pekanbaru untuk mengetahui penyebab kematian.

"Atas permintaan keluarga korban yang tidak bersedia jenazah dilakukan autopsi, maka pelaksanaan otopsi tersebut tidak dilaksanakan," tandasnya.

 

Editor : Anggi

Berita Terkait