Memalukan! Dua Polisi di Siak Baku Hantam Dihadapan Puluhan Remaja yang Terjaring Razia Keluar Malam

Siak, katakabar.com - Ulah 2 petugas kepolisian di Polsek Siak ini tidak patut di contoh. Mereka sebagai anggota kepolisan bukannya menjaga keamanan dan ketertiban warga, malah baku hantam dihadapan warga. 

Terus, bagaimana awal kejadiannya?

Dua anggota polri itu baku hantam usai pendataan warga yang terjaring penertiban jam malam pada Minggu (9/5) dinihari. Di tengah orang tua remaja berbondong-bondong datang ke Mapolsek Siak untuk menjemput anaknya yang terkena razia, dua anggota polri yang bertugas waktu itu cekcok sampai baku hantam hingga menjadi tontonan di halaman Mapolsek Siak.

Dari pantuan awak media, awalnya terdengar kata-kata kasar dari meja pendataan. Di sana terlihat dua polisi adu mulut dengan nada keras sampai baku pukul.

Polisi yang terlihat sangat reaktif melawan rekannya itu bernama Dwi. Sementara yang menjadi lawan Dwi itu bernama Daniel.

Melihat kejadian itu polisi lainnya yang ada di lokasi langsung datang melerai. Bahkan sejumlah wartawan yang ada di lokasi dihalangi mengambil gambar.

Dwi tampak mencoba mengejar Daniel, namun ia dipegang oleh polisi lain. Bahkan Kasat Pol Air Polres Siak AKP Afril yang juga ada di lokasi datang ke Dwi untuk menenangkannya. Sementara Daniel tampak berdiri di meja dekat pendataan.

Dwi pun ditarik polisi lainnya meninggalkan Polsek. Sambil meninggalkan Polsek, Dwi sempat beberapa kali mengutarakan kata-kata menantang kepada Daniel.

Kepada Kapolsek Siak, Kompol Marto Harahap, Daniel menyebut telah dipukul oleh Dwi saat melaksanakan tugas.

Masalahnya lantaran ada remaja bernama Rizki Wahyudi dari Kecamatan Dayun yang terjaring razia kehilangan ponsel dan menyebut petugas yang mengambilnya.

"Saya tak pernah bilang Hp saya diambil polisi. Namun saya bilang jatuh di TKP. Saya katakan ini tak ada paksaan Pak," kata Rizki.

Atas kejadian Daniel berencana akan membikin laporan. Bahkan secara tegas ia menyatakan akan membikin laporan. "Akan saya laporkan," kata dia.

Atas kejadian itu, awak media mencoba meminta keterangan dari Kapolsek Siak Kompol Marto Harahap. Namun dengan nada keras, dia menyebut tidak pandai memberikan keterangan atas kejadian itu.

"Kalau soal itu saya tak pandai," kata dia.

Sebetulnya kegiatan tersebut merupakan kegiatan public address atau imbauan masyarakat di Kecamatan Siak agar tetap di rumah demi memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Sebelum kejadian itu, Kapolres Siak AKBP Doddy F Sanjaya sempat hadir di sana untuk memberikan arahan.

Dia hadir didampingi Asisten I Siak Leonardus Budhi Yuwono, Danramil 03 Siak Mayor Inf Suratno, Kasat Binmas Polres Siak AKP M.Y Lubis, Kadis Kesehatan Siak Raja Tonny Chandra, Camat Siak Tengku Indrapura, Kasi Propam Polres Siak Iptu D.A Simangungsong, Sekretaris Satpol PP Siak Syamsurizal serta Sekretaris Perhubungan Siak Junaidi.

Sementara personel yang dikerahkan dalam razia itu,  2 orang TNI, 50 anggota Polres Siak dan 50 anggota Polsek Siak dan 28 anggota Satpol PP.

Kegiatan itu menyasar dalam kota Siak, seperti di Jalan Panglima Jimbam Depan DPRD Siak, Jalan Sutomo, Jalan Sultan Ismail, Jalan Hang Tuah, Kedai Kopi Zafran pinggiran Turap Siak, Jalan Siak - Tumang, dan jalan Muzafarsyah.

Dari kegiatan itu sebanyak 61 orang diamankan, laki-laki remaja 43 orang, anak di bawah umur 16 orang dan perempuan 2 orang.

Remaja yang terjaring masing- masing membikin surat pernyataan dan kemudian dibolehkan pulang setelah dijemput orang tua atau keluarga.

 

Editor : Sahril

Berita Terkait