Menagih Utang Ekologis PT Chevron di Blok Rokan

Duri, katakabar.com - Akhir pekan, pada Sabtu 8 Agustus 2020, persis setahun lagi PT Chevron hengkang dari ibu pertiwi. Lantaran pada 8 Agustus 2021 mendatang, PT Pertamina (Persero) bakal mengambil alih blok rokan yang telah 97 tahun lamanya dari 1924 lampau hingga 2021 mendatang dieksplorasi dan dieksploitasi perusahaan raksasa dunia bidang perminyakan milik Amerika ini.

Siang itu, jam arloji tangan sudah menunjukkan pukul 13.00 WIB. Iklim daerah "Emas Hitam" nama lain dari Duri cerah, langit terlihat biru, awan putih berarak tersipu malu diterpa sinar Matahari.

Di kolong langit Duri, cahaya matahari cukup panas membuat gerah Dua Ratus Lima Puluh Ribu jiwa lebih memlih beristirahat di rumah.

Pantas dua Jalan Protokol berlajur dua, Jenderal Sudirman dan Jalan Hang Tuah Duri, tampak lengang dari lalu lalang ragam kenderaan.

Tapi, sebagian warga yang berada di kawasan perkotaan tetap menikmati secangkir kopi di salah satu warung kopi di bilangan Jalan Hang Tuah.

Walau tak seramai dan seriuh hari hari biasa, suasana warung kopi milik budak melayu ini tetap menjadi pilihan bagi warga penikmat kopi robusta.

Terlihat seorang sahabat pakai kaos oblong celana panjang jean duduk santai di bangku dari kayu paling sudut belakang, membelakangi lemari pendingin dua pintu.

Sahabat itu sibuk dengan androidnya, sesekali melempar senyum dan memperlihatkan beberapa foto baru selesai diedit hasil karya seninya.

Bergeser sejenak ke luar warung kopi, persis di seberang lajur dua Jalan Hang Tuah. Bendera Merah Putih ukuran besar, sedang dan kecil berkibar dengan gagah berani ditiup angin, dijajakan pedagang di pelataran Rumah Toko (Ruko), pas di bibir ruas Jalan Hang Tuah sambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 75 Tahun 2020.

Sahabat tadi masih duduk di bangku dan meja yang sama. Sosok sederhana dan ramah Agung Marsudi membuat suasana hidup dengan celoteh celoteh yang membangun inspirasi.

Tapi, sahabat sahabat lainnya setiap hari menikamati kopi di Yong Kopi nama warung kopi itu belum semua tahu, beliau adalah penulis buku, "Duri Tanah Air Baru Amerika".

Mareka sebenarnya bukan tidak mau mencari tahu buku "Duri Tanah Air Baru Amerika" yang mengguncang investasi asing di sektor migas di Republik Indonesia beberapa tahun lalu.

Maklum, lantaran sibuk dengan urusan sejengkal perut membuat para sahabat lupa betapa penting buku sebagai jendela dunia.

Beranjak sebentar ke sebelah timur arah matahari terbit, Pompa angguk berjejer tak kenal lelah detik per detik, jam per jam sudah bertahun lamanya naik turun lokasi Duri Steam Fload (DSF).

Pompa angguk adalah alat yang dipakai untuk menyedot naik minyak bumi atau air dari dalam sumur ke permukaan tanah. Prinsip kerjanya, mengubah gerak putar menjadi gerak naik turun untuk menaikkan minyak bumi dari dalam sumur ke atas permukaan.

Di warung kopi tadi, sahabat sahabat masih menikmati kopi robusta, begitu dengan penulis buku "Duri Tanah Air Baru Amerika" duduk di bangku dan meja yang sama.

'Pompa angguk saat turun nilainya Rupiah, saat naik nilainya baru Dolar," ujar pendiri Duri Institut, Agung Marsudi seloroh.

Hari ini, Sabtu 8 Agustus 2020, setahun lagi tepatnya pada 8 Agustus 2021 mendatang, PT Chevron bakal hengkang dari ibu pertiwi.

Meski saat ini proses transisi masih berjalan alot dari PT Chevron ke PT Pertamina (Persero), tapi satu tahun masih cukup untuk mempersiapkan khusus Pemerintah Daerah Provinsi Riau, terutama Pemda Bengkalis sebentar lagi melaksanakan suksesi kepala daerah, untuk proaktif atau terlibat didalam pengelolaan blok rokan 20 tahun ke depan, kata Agung.

Diceritakannya, masih ada utang PT Chevron mesti dibayar ke Republik Indonesia, soal hutang ekologis.

Kita bakal berupaya menagih utang ekologis kepada PT Chevron bagaimanapun caranya, tegasnya.

Hal ini, perlu disampaikan mengingat beberapa pekan lalu, pemerintah sudah menunjuk Green Corps sebagai auditor lingkungan kepada PT Chevron.

Kita sakit hati. Kenapa auditor lingkungan dilakukan oleh auditor lingkungan Amerika sementara yang melakukan adalah perusahaan Amerika.

"Green Corps melakukan audit tergesa gesa dan terkesan ditutupi. Mestinya audit jangan di atas meja, Green Corps mesti ke lokasi dan ke masyarakat terdampak."

Penunjukan sudah dari Juli 2020 lalu, bahkan mereka sudah selesai melakukan auidit.

Duri Institut bakal mendorong teman teman peduli lingkungan dan aktivis lingkungan untuk konsorsium menggugat atau menagih utang ekologis PT Chevron yang harus dibayar kepada pemerintah RI.

"Terhitung dari 1924 lampau hingga 2021 mendatang selesai kontrak PT Chevron, artinya sudah 97 tahun melakukan ekplorasi dan eksploitasi. Jadi total produksi berapa dan total limbah yang diproduksi berapa serta total yang sudah diolah berapa, ini mesti dibeberkan ke masyarakat, tegas penulis buku "Duri tanah Air baru Amerika" ini lagi.

Sekeder diketahui, sebentar lagi Duri Institut bakal merilis buku "Akhir Cerita Duri Tanah Air Baru amerika" seiring dengan senja kala PT Chevron di Sumatera.

Editor : Sahdan

Berita Terkait