Serahkan Santunan

Mensos Temui Korban Bom Makasar dan Ahli Waris Korban Penembakan Papua

Jakarta, katakabar.com - Menteri Sosial Republik Indonesia, Tri Rismaharini bakal mengunjungi korban luka disebabkan ledakan bom yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3) lalu, dan bakal menemui keluarga korban meninggal disebabkan penembakan di Puncak Papua.

"Kemarin, Menteri Sosial mengunjungi 19 orang yang terluka disebabkan terkena bom, tiga diantaranya masih dirawat di rumah sakit Bhayangkara Makasar. Mensos RI bakal menyerahkan santunan luka kepada mereka", kata Sekretaris Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial, Robben Rico, pada Senin (19/4).

Selain itu mantan Wali Kota Surabaya ini dijadwalkan bertemu dengan ahli waris korban meninggal akibat serangan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Puncak Papua.

"Kepada tiga orang ahli waris bakal diserahkan santunan dengan harapan dapat meringankan beban bagi keluarga yang ditinggalkan, korban penembakan di Puncak Papua merupakan warga asal Toraja dan Barru Sulawesi Selatan," jelas Robben.

Sekedar diketahui, dalam dua hari, pada Kamis (8/4) dan Jumat (9/4) lalu, dua orang guru asal Toraja meninggal dunia ditembak oleh orang yang disebut aparat kepolisian sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Keduanya ditembak di Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua.

Sementara, seorang sopir ojek bernama Udin yang merupakan warga Kabupaten Barru ditembak mati Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Eromaga, Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, Papua, Rabu (14/4).

Kejadian ledakan bom dan penembakan oleh KKB termasuk kategori bencana sosial, "sesuai dengan Permensos 4 Tahun 2015 tentang Bantuan Langsung Berupa Uang Tunai Bagi Korban Bencana, korban meninggal bisa mendapatkan bantuan santunan ahli waris dan santunan korban luka," paparnya.

Dalam kunjungan kali ini, Mensos didampingi Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, Pepen Nazaruddin dan Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, Harry Hikmat.

Berdasarkan Permensos tersebut lanjutnya, besar nilai bantuan santunan ahli waris sebesar Rp15 juta rupiah per jiwa, dan untuk korban luka mendapatkan santunan paling banyak lima juta rupiah. 

Editor : Sahdan

Berita Terkait