Meranti Bersiap Jadi Sentra Kopi

Meranti, katakabar.com - Kopi Liberika merupakan Kopi khas Kabupaten Kepulauan Meranti. Kopi yang kini naik daun itu telah mengantongi Sertifkat Indonesia Indikasi Geografis.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten termuda di Riau ini untuk mengembangkan potensi kopi yang sangat diminati hingga kenegara tetangga Malaysia itu. Seperti yang dilakukan oleh Bupati Kepulauan Meranti Irwan dengan membangun Centra Industri Kopi Liberika Meranti yang dipusatkan di Desa Kedaburapat, Kecamatan Rangsang Pesisir.

Untuk memaksimalkan rencana pembangunan Industri Hilir Kopi Liberika Meranti itu Bupati Kepulauan Meranti bersama rombongan yang terdiri dari Dinas terkait Camat dan petani Kopi setempat melakukan peninjauan kesalah satu perkebunan Kopi dan Industri Kopi Liberika yang berada di Desa Kedaburapat, Kecamatan Rangsang Pesisir, awal pekan ini.

Ekspor Kopi ke Malaysia

Industri Kopi Liberika yang dikunjungi Bupati dan rombongan adalah milik keluarga Hakim salah seorang pengusaha kopi yang namanya sudah tak asing lagi di Meranti.

Seperti diketahui Hakim dibawah bendera CV. Zaroha telah memproduksi Kopi Liberika dalam dua varian yakni Kopi Liberika biasa dan Kopi Liberika Luwak. Kopi produksi CV. Zaroha ini selain dipasarkan untuk konsumen lokal juga diekspor kenegara tetangga Malaysia dengan jumlah permintaan hingga 3 Ton Bulan.

Melihat besarnya potensi Kopi Liberika Meranti ini membuat Bupati Irwan semakin bersemangat untuk terus mengembangkan Kopi khas Meranti yang katanya memiliki citarasa coklat, rasa ini terbentuk karena habitat tumbuhnya didataran rendah gambut yang bercampur air laut, jadi berbeda dengan Kopi kebanyakan yang biasa tumbuh didataran tinggi.

Irwan berharap dengan adanya Industri Hilir Kopi Liberika tersebut dapat membantu petani untuk mengolah hasil produksi perkebunan Kopi masyarakat di Kecamatan Rangsang Pesisir seluas 775 Ha lebih dengan jumlah produksi rata-rata produksi perhektar mencapai 800 Kg/Tahun dengan keuntungan dari hasil penjualan kopi perhektar sebesar Rp2,5 Juta/bulan.

"Kita sangat konsen untuk mengembangkan potensi perkebunan Kopi Liberika ini seperti yang akan kita lakukan saat ini dengan membangun Centra Industri Kopi Liberika yang dipusatkan di Desa Kedaburapat Kecamatan Rangsang Pesisir, semoga dengan adanya industri ini masyarakat semakin termotivasi untuk berkebun Kopi," jelas Bupati.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Meranti yang juga Plt Kepala Bappeda Azza Fahroni mengatakan untuk pembangunan sentra Industri Sagu ini Pemerintah Kabupaten Meranti menganggarkan dana sebesar Rp1 miliar lebih. Dana ini akan digunakan untuk membangun gedung Sentra Industri Sagu. Saat ditanya mengenai mesin pengolah Kopi diakui Azza sudah tersedia.

"Untuk mesin pengolah biji Kopi sudah tersedia tinggal lagi bangunan untuk Centra Industri Kopi Liberikanya," jelas Kadisperindag Azza.

Jika pembangunan Centra Industri Kopi ini berjalan dengan lancar Pemkab. Meranti menargetkan tahun 2021 mendatang Centra Industri ini sudah dapat dioperasikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat petani Kopi Liberika.

"Sesuai dengan arahan Bupati kita menargetkan tahun 2021 mendatang Centra Industri Kopi ini sudah dapat beroperasi, dalam upaya membantu masyarakat petani Kopi dalam meningkatkan ekonominya," kata dia.

Editor : Anggi

Berita Terkait