Meranti Targetkan 1.000 Tes Usap

Meranti, katakabar.com - Tim gugus tugas Covid-19 Kabupaten Kepulauan Meranti melaksanakan tes usap (swab) kepada tim medis dan warga yang beresiko untuk mencegah makin menyebarnya covid-19. Targetnya sebanyak 1000 orang.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kepulauan Meranti, Muhammad Fahri menjelaskan tes Swab merupakan cara mengetahui seseorang terinfeksi covid-19 atau tidak. 

Selain itu langkah ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan baru dan mengevaluasi terhadap daerah yang telah ditetapkan sebagai zona hijau.

"Daerah kita sudah dinyatakan sebagai zona hijau. Untuk mempertahankan zona hijau itu apakah ada penularan baru ataupun tidak maka dilakukan Swab sampling bagi yang beresiko, intinya itu untuk mengevaluasi," kata Fahri, Jumat.

Dikatakan pihaknya sudah memetakan daerah yang warganya beresiko termasuk semua tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam melakukan penanganan terhadap pasien Covid-19.

"Mereka yang akan kita dilakukan swab test itu di antaranya tenaga kesehatan, ODP (orang dalam pemantauan), PDP (pasien dalam pengawasan), dan kalangan masyarakat lainnya yang beresiko," kata Fahri lagi.

Fahri juga mengatakan, karena kapasitas Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau terbatas, maka pihaknya melakukan tes Swab secara berangsur-angsur.

"Laboratorium Biomolekuler di Pekanbaru itu kapasitasnya terbatas, maka kita lakukan berangsur-angsur dan tidak bisa juga dilakukan sekaligus," ujar Fahri.

Ditambahkan, target yang diberikan pihak Provinsi Riau ke Kabupaten Kepulauan Meranti ada sebanyak 600 sample, namun jumlah tersebut dinilai masih kurang.

"Target dari gubernur untuk Kepulauan Meranti itu ada 600 namun itu masih kurang, karena target kita ada 1000 an. Untuk itu kita akan ajukan lagi kekurangannya," ungkap Fahri.

Dari target tes swab terhadap 1000 orang, hingga saat ini, Gugus Tugas Covid-19 baru melaksanakannya terhadap 100 orang.

"Tes ini sudah kita mulai sejak Senin lalu. Terhadap petugas kesehatan di RSUD yang beresiko sudah kita ambil sebanyak 100 dan sampel yang kita bawa ke Pekanbaru baru sebanyak 60," pungkas Fahri.

Editor : Anggi

Berita Terkait