Meski Dua Hewan Tersisa, Siap-siap Kebun Binatang Selatbaru Difungsikan

Bengkalis, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten Bengkalis berencana bakal memfungsikan taman rekreasi kebun binatang yang ada di pantai Selatbaru, Kecamatan Bantan.

Wahana yang dibangun dari era Bupati Kabupaten Bengkalis, Syamsurizal dan telah mendapat izin pengelolaan sejak tahu 2009 tersebut, kini cuma menyisakan dua ekor buaya saja.

Pada masanya, kebun binatang Selatbaru sempat ramai dikunjungi wisatawan dalam dan luar daerah. Lantaran banyak hal, beberapa tahun terakhir kebun binatang tersebut sepi, tak ada lagi pengunjung yang datang.

“Kita berupaya untuk memfungsikan atau menghidupkan kembali kebun binatang Selatbaru ini. Dulu katanya memang ramai yang berkunjung ke sini, tapi beberapa tahun terakhir sepi," ujar Wabup Bengkalis, Bagus Santoso saat mengunjungi taman kebun binatang Selatbaru bersama tim dari BB KSDA Riau, pad Minggu (25/4) kemarin.

Kata Bagus, setelah melihat potensi dan sarana yang ada, BB KSDA Riau siap membantu dan menyerahkan sejumlah hewan untuk kebun binatang Selatbaru.

"Alhamdulillah, Balai Besai Konservasi Sumber Daya Alam (BB KSDA) Provinsi Riau siap akan membantu dengan menyerahkan sejumlah hewan sesuai dengan iklim dipesisir ini, seperti Rusa, berbagai jenis burung serta hewan lainnya,” jelasnya.

Keinginan menghidupkan kembali kebun binatang ini lanjut Bagus, bagian dari konsep Pemkab Bengkalis membangun dunia pariwisata Kabupaten Bengkalis. 

"Selain kebun binatang, dilokasi yang sama ada Pantai Indah Selatbaru, ada Pelabuhan Internasional BSSR, serta wisata mangrove dan kuliner di sepanjang Sungai Liong."

Kami lihat potensinya luar biasa punya daya pikat tersendiri, ada pelabuhan internasional, ada pantai indah, ada kebun binatang, wisata mangrove dan kuliner.

Potensi ini bakal kita padu serasikan menjadi wahana wisata alam yang hebat, dan In Shaa Allah banyak peminat.

Soal pengelolaan kebun binatang, Pemkab Bengkalis bakal bahas lebih lanjut dengan BB KSDA Riau, apakah nanti akan dikelola pihak swasta, BUMD, koperasi atau Bumdes.

“Saat ini banyak fasilitas yang perlu dibenahi, kita upayakan tahun 2022 dimasukkan dalam kegiatan perehapan dan lainnya. Syukur-syukur ada pihak swasta yang mau langsung mengelola,” harapnya.

Editor : Sahdan

Berita Terkait