Meski Kantongi Izin Pusat, Pemerintah dan DPRD Sultra Kompak Tolak Kedatangan 500 TKA China

Katakabar.com - Pemerintah dan DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sepakat menolak rencana pemerintah pusat yang ingin mendatangkan 500 tenaga kerja asing (TKA) asal China ke wilayahnya. Rencananya, ratusan TKA itu akan ditempatkan di perusahaan pemurnian nikel (smelter) di Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Pemprov dan DPRD Sultra menganggap itu tidak patut dilakukan di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Pertama, karena berpotensi membawa virus corona baru.

Kedua, tidak elok mendatangkan TKA asing ketika banyak masyarakat setempat yang dirumahkan lantaran perusahaannya terdampak virus corona. Berpotensi menimbulkan gejolak sosial.

Gubernur Sultra Ali Mazi mengamini bahwa mendatangkan TKA asing adalah kebijakan pemerintah pusat. Namun, menurutnya, rencana itu lebih baik ditunda.

Ali Mazi mengingatkan kembali tentang demonstrasi penolakan masyarakat terhadap 49 TKA asing di Sultra pada Maret lalu. Menurutnya, itu bisa saja terjadi kembali.

"Suasana kebatinan masyarakat di daerah belum ingin menerima kedatangan TKA," ujar Ali Mazi mengutip Antara, Rabu (29/4).

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sultra Muhammad Endang mengatakan pihaknya juga menolak rencana pemerintah pusat mendatangkan TKA China. DPRD Sultra, lanjutnya, berencana mengirim surat langsung kepada Presiden Joko Widodo.

"Kami akan menggelar sidang paripurna untuk mengirim surat ke Presiden agar membatalkan rencana kebijakan izin kedatangan 500 TKA tersebut," ujar Endang yang juga politisi Partai Demokrat.

Anggota DPRD Sultra Fajar Ishak Daeng Jaya mengatakan rencana mendatangkan TKA China di tengah pandemi corona sama saja melukai rasa keadilan di masyarakat.

"Masa iya masyarakat kami diimbau untuk tidak mudik tapi malah kita biarkan TKA masuk ke Sultra terlebih jumlahnya fantastis yakni mencapai 500 orang. Itu namanya tidak adil bung," ujar fajar Ishak

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh meminta pemerintah pusat memikirkan dengan matang rencana mendatangkan 500 TKA China ke wilayahnya. Dia mengingatkan bahwa saat ini dunia tengah menghadapi pandemi virus corona.

Perlu diperhatikan pula suasana kebatinan masyarakat yang banyak dirumahkan lantaran perusahaan tempatnya bekerja terdampak virus corona.

"Sesama teman pun kita saling waspada apalagi orang asing yang asal penyebaran Covid-19. Jadi kita bukan anti investasi dan anti TKA tapi suasana kebatinan kita yang memaksa untuk tidak menerima TKA dulu," ujarnya." ungkapnya.

Abdurrahman Saleh juga berencana memimpin aksi demonstrasi jika pemerintah pusat benar-benar mendatangkan 500 TKA China di tengah wabah corona. Dia merasa perlu melakukan itu karena masyarakat juga pasti menolak.

Hingga Rabu (29/4), telah ada 53 orang di Sultra yang positif terinfeksi virus corona. Dari jumlah tersebut, enam di antaranya telah dinyatakan sembuh. 

Di lingkup nasional, pemerintah pusat mengumumkan ada 9.771 orang di Indonesia yang positif terjangkit Covid-19 hingga Rabu (29/4). Sebanyak 784 di antaranya meninggal dunia dan 1.391 telah sembuh dari virus corona.

Editor : Anggi

Berita Terkait