Napi terduga Teroris Gunung Sindur Dimakamkan di Sukoharjo

Katakabar.com - Bagus Kurniawan (26) seorang terduga teroris asal Solo dinyatakan meninggal dunia saat menjalani penahanan di Rutan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6). Bagus meninggal dunia saat dibawa dalam perjalanan di RS Polri Jakarta karena sakit maag kronis.

Jenazah Bagus dibawa ke kampung halamannya, Singosaren RT 02 RW 03, Kelurahan Kemlayan, Serengan, Solo, malam harinya. Setelah disemayamkan sebentar, jenazah kemudian dimakamkan di daerah Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, sekitar 15 km arah timur dari Kota Solo.

Kapolresta Surakarta Kombes Andy Rifai membenarkan kabar tersebut. Jenazah telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Muslim Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Rabu malam pukul 21.00 Wib.

"Iya betul, ada terduga terorisme asal Solo yang meninggal dunia di rumah sakit di Jakarta. Statusnya belum napiter (narapidana terorisme). Jenazah dibawa dari Jakarta menuju Solo melalui jalur darat," ujar Andy, Kamis (4/6).

Menurut mantan Kapolres Sukoharjo itu, setibanya di rumah duka hanya disalatkan sebentar dan langsung di makamkan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Bagus Kurniawan (26) diketahui ditangkap Densus 88 Antitetor Mabes Polri di Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, 18 November 2019 lalu.

Densus 88 langsung melakukan penggeledahan di rumah kontrakan di Kampung Singosaren RT 02 RW 03, Kelurahan Kemlayan, dan menyita ponsel dan sejumlah berkas, seperti KK dan KTP. Selama proses persidangan Bagus dititipkan di Rutan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

 

Merdeka.com

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait