Negeri Sagu Bersolek Ukir Sejarah Kota Maju di Masa Datang

Meranti, katakabar.com - Negeri Sagu nama lain dari Kepulauan Meranti sudah berumur sebelas tahun. Selatpanjang sebagai pusat ibu kota bak seorag gadis remaja sedang mencari jati diri, terus berbenah dan bersolek mengukir sejarah kota maju di masa mendatang.

Pembangunan struktur dan infrastruktur di sentral ibu kota dan pusat Pemerintahan yang terletak di Kecamatan Tebing Tinggi, tetap berpegang teguh kepada keariban budaya lokal di tengah era modernisasi tekhnologi dan informasi peradaban baru.

Meski dalam konteks mencari identitas dan jati diri, daerah dengan khas makanan Sagu yang dinakhodai Bupati bertangan dingin, Irwan menatap masa depan yang lebih baik dan cemerlang di masa depan.

Untuk Kecamatan Tebing Tinggi sebagai pusat kota Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti harus menjadi terbaik dalam segala hal.

"Saya mengharapkan segala bidang di Kecamatan Tebing Tinggi harus dikelola dengan baik, terutama pasar, pedagang kaki lima dan penghijauan ruang terbuka dan taman ke depan," kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Iskandar Budiman.

Dewan dari Daerah Pemilihan (Dapiil) I Kecamatan Tebing Tinggi ini menekankan, mesti ada ketersedian trotoar buat pejalan kaki di setiap ruas jalan. Trotoar bisa memberikan kenyamanan bagi warga dan pengguna jalan.

Begitu pula tempat parkir kenderaan bermotor mesti memadai, biar pengemudi atau sopir tidak menggunaka bahu jalan untuk parkir kenderaan.

"Kecamatan Tebing Tinggi mudah - mudahan menjadi Kota yang bersih, hijau, dan asri, serta tertib dengan fasilitas yang cukup ramah lingkungan, sehingga memberikan kenyamanan bagi pengunjung di Negeri Sagu."

Progran pembagunan yang sudah dilakukan pemerintah daerah di kecamatan Tebing Tinggi, mesti bersama - sama menjaganya biar bermanfaat dan dapat dinikmati masyarakat dalam waktu jangka panjang, serunya.

Untuk peningkatan program pelayanan kesehatan kepada masyarakat di sentral pemerintahan ini, pihak Kecamatan Tebing Tinggi sedang memperjuangkan anggaran untuk pembangunan pelabuhan khusus mobilisasi pasien sakit yang menggunakan Ambulance laut.

Camat Tebingtinggi, Rayan Pribadi menjelaskan, program itu sudah dibicarakan dengan Bupati Kepulauan Meranti dan rencana lokasi pembangunan dilaksanakan di Dorak, Desa Banglas.

"Program pembangunan pelabuhan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan sudah dibicarakan dan dilaporkan, Bupati Kepuluaan Meranti setuju. In Sha Allah lokasi pembangunannya di Dorak. Andai bisa dianggaran perubahan bakal diupayakan dibantu pihak Dinas Perhubungan untuk memperjuangkannya," ceritanya.

Pengusulan wacana pembangunan pelabuhan sudah lewat prosedur dari bawah, mulai dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Tebing Tinggi hingga tingkat Kabupaten.

"Kami sudah pertegas di Musrenbang Kecamatan Tebing Tinggi. Apalagi berada di wilayah kerja kami, pasti berjuang keras demi terwujudnya pelabuhan khusus Ambulance Laut," tegasnya.

Soal anggaran, dari perhitungan sementara yang dilakukan pihak Dinas Perhubungan, pelabuhan biaya pembangunannya bakal menelan anggaran sebesar Rp3 miliar.

Lantaran itu butuh lobi dan nego yang alot antara TAPD dan Banggar. Kami bakal surati lagi agar pemangku kebijakan bisa memperjuangkan bersama biar benar - benar terwujud.

Pembangunan pelabuhan Ambulance laut sangat prioritas, sebab pelabuhan umum sangat sibuk. Untuk standar pelabuhan yang mengangkut pasien diperlukan agar tidak terjadi kecelakaan.

Untuk sandar Speedboat Ambulance Laut, terpaksa menumpang pelabuhan yang dibangun pihak swasta masih terbuat dari papan. Saat air laut surut jembatan licin, kasihan pasien yang diangkut Ambulance.

Sama saja, situasinya kalau bersandar di jembatan belakang bangunan milik warga. Bahkan lebih susah disebabkan mesti berkoordinasi dengan pemilik, bayangkan pasien rujukan yang diangkut Ambulance tengah malam, ulasnya.

Kepala Desa Banglas, Syamsulrizal mengaminkan manta Camat. Desa Banglas sebagai jantung kota Kecamatan Tebing Tinggi, sektor Infrastruktur sudah dibenahi secara baik oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti.

Lihat, Jalan Pemuda Setia sudah mulus, warga merasa nyaman sudah bisa berjualan mengais rezeki buat ekonomi keluarga.

Destinasi wisata jembatan pelangi yang indah termasuk wisata terpopuler. Kami cukup bangga dengan pembagunan yang digalakan pemerintah, kata Syamsulrizal.

Masyarakat bisa menikmati pembagunan dan menjaganya dengan lebih baik, agar tercipta desa sa yang maju dan indah sebagai penyangga Kecamatan Tebing Tinggi sebagai pusat pemerintahan, indikator derap pembagunan di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Bupati Kepulauan Meranti, Irwan mengakui rada kesulitan dan penuh hambatan. Tapi tokoh perjuangan pemekaran Kabupaten Kepulauan Meranti ini menjadikan sebuah tantangan bagi pemegang amanah dari rakyat.

"Merangkai gagasan, menerjemahkannya menjadi kinerja, membangun kemitraan dan irama kebersamaan, melakukan adaptasi dan revitalisasi birokrasi serta meramu strategi dalam mengatasi kebijakan fiscal adalah sekelumit tantangan awal mula memulai pemerintahan di akhir tahun 2010 silam," ujarnya pikiran melayang sejenak ke masa yang lalu.

Sadar dengan kondisi serba kekurangan, irwan bersama jajarannya melakukan kajian yang mendalam dengan analisis yang rasional, hingga pada kesimpulan Kepulauan Meranti mesti bangkit dan segera melakukan akselerasi dengan memaksimalkan potensi dan keunggulan yang dimiliki lalu meredesain konsep, paradigma strategi dan pendekatan pembangunan agar dapat melakukan akselerasi dan terobosan demi mengejar ketertinggalan dari daerah lain.
 
"Saya sempat berdiskusi dengan Presiden Institut Otonomi Daerah Prof Dr Djohermansyah Djohan (Prof Djo) dan tampil dalam Podcast Koki Otonomi yang dipandu oleh Mantan Dirjen Odta Kemendagri kala itu."
 
Di dua moment tersebut, saya ceritakan impian untuk menumbuhkan dan meningkatkan potensi ekonomi di Kabupaten Kepulauan Meranti serta membuka kesempatan berusaha dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Tidak mudah menumbuhkan dan meningkatkan potensi ekonomi di Kabupaten Kepulauan Meranti yang baru dimekarkan pada 2009 silam. Begitu pula dengan membuka kesempatan berusaha dan lapangan pekerjaan bagi masyarakatnya. Soalnya, wilayah kabupaten ini daerah pemekaran yang dulu masih bagian wilayah kabupaten induk, hampir 90 persen wilayahnya dialokasikan sebagai kawasan hutan. 

“Meranti itu daerah kepulauan yang memang daerahnya berbasis pertanian. Kalau membuka lapangan pekerjaan mesti ada industri. Sementara kalau membangun industri harus merubah lagi tata ruang dan memakan waktu yang lama dan berat,” terang Irwan Nasir.

"Kami mesti memutar otak dan berpikir keras, bagaimana memberikan kesempatan berusaha disebabkan terbatasnya lapangan pekerjaan,” tegas Irwan Nasir didampingi Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial Kepulauan Meranti, Heri Saputra.

Buka Peluang Usaha Warga


Kepulauan Meranti yang berstatus kabupaten termuda di Provonsi Riau sulit menjalankan industri, sebab mesti ada potensi industri, potensi lokasi yang strategis, terua harus ada kawasan-kawasan yang menjadi sentra-sentra produksi, seperti kawasan industri dan lainnya.

"Kami fokus membuka peluang usaha. Lantaran itu konsens ke pertanian Kakao dan Kopi. Alhamdulillah, Kopi dari daerah Meranti sudah mulai digandurungi dan populer."

Begitu sektor transportasi laut, rute ke Belawan sudah lancar. Ini berkat kerja sama dengan kementerian perhubungan untuk memberikan fasilitas kepada masyarakat di sana berupa SKK, sehingga bisa menjadi Kapten kapal dan bekerja di kapal, ditopang banyak kapal didaerahnya yang ke Malaysia dan Singapura. Ini peluang lapangan pekerjaan petensal dan sangat besar

Selama ini, banyak yang tidak bisa bekerja di kapal, sebab untuk mendapatkan SKK mesti pelatihan dulu. Pelatihan itu mahal dan adanya mungkin di Jakarta atau di Batam. Hal ini sulit bagi masyarakat desa, jangankan untuk mendapat SKK, ikut pendidikan saja susah.

"Alhamdulillah, dengan komunikasi dengan Kementerian Perhubungan lewat sekolah  tinggi ilmu pelayaran di Jakarta memprogramkan pendidikan gratis untuk masyarakat Meranti dan sekitarnya, dan sudah berjalan 4 tahun. Saat ini sudah meluluskan 4.500 orang cukup signifikan untuk mengurangi pengangguran. Ini salah satu trik bagaimana menurunkan pengangguran di Kepulauan Meranti."

Cara lainnya memberdayakan APBD. Akhirnya kami mau tidak mau harus menerima pegawai honor dengan jumlah yang sangat signifikan. Bayangkan, kami menerima pegawai honor hampir 5000 orang. Itu mesti dilakukan agar mereka tidak menganggur.

Siapa saja yang 5000 orang itu? Pertama, di kawasan pajak yang terkenal sebagai daerah preman, tidak kondusif. Banyak pemasok, penodong di pelabuhan untuk dirangkul.

"Kita rangkul untuk jadi Satpol PP. Kalau dulu bikin kekacauan sekarang tugasnya jaga. Kalau dulu jadi centeng sekarang diberi seragam Satpol PP setelah mengikuti pendidikan di SPM."

Terlihat gagah dengan diberi gaji. Itu saja sudah menyerap tenaga kerja hampir 208 ribu orang. Terus merekrut para janda untuk jadi tukang sapu membersihkan kota.

Usaha lain, Bupati dua periode ini berkomunikasi dengan Kementerian Kehutanan soal Titip yang ditinjau enam bulan sekali. 

Kami terus berkomunikasi berupaya agar Titip - Titip sentra pertanian sagu tidak diberlakukan Titip. Kalau tidak dikecualikan membahayakan ekonomi. Saya pikir kementerian ini harus menerimanya dengan lapang dada. Jangan gara-gara untuk kepentingan internasional rakyat sendiri tidak bisa makan. Hal ini tidak bisa dilakukan bagaimana lahan gambut tidak bisa diolah, tidak bisa begitu.

Apalagi rakyat sudah tinggal ratusan tahun tidak serta merta dengan kebijakan ini rakyat tidak boleh mengolah. Sekarang kalau untuk kepentingan nasional itu untuk kepentingan siapa? Definisi kepentingan nasional itu harus jelas dan clear tidak merta merta kalau bukan untuk kepentingan Jakarta bukan kepentingan nasional.

"Selama ini asumsinya kalau kepentingan nasional untuk Jakarta, tapi kalau daerah tidak bisa begitu. Indonesia ini hartanya sama, harus adil dari ujung ke ujung nasional," tukasnya.

Sagu

Sagu di daerah mesti betul - betul dikelola masyarakat. Total sekitar 65 pabrik sagu dikelola masyarakat ditambah pabrik besar Sampoerna Agro. Produksi sekira 40 ribu ton, 20 ribu untuk lokal dan 20 ribu lagi dikirim ke pasar jawa dan sebagian lagi diekspor ke Malaysia, Jepang,  India dan Taiwan. 

Penghasilan sagu nasional, sekitar 80 persen dari Meranti. Saya sudah ke Bulog untuk bisa menampung sagu  jangan hanya menampung beras, gula, minyak goreng. 

"Kita bukan tidak menambah produksi sagu. Kalau produksi berlebihan tidak ada yang menampung harganya jatuh. Saya sudah mengusulkan ke pemerintah. Saat ini kitaimpor 13 juta ton terigu pertahun dari Amerika, Australia dan sebagainya.

Mengapa kita tidak mengoplos tepung terigu dengan sagu. Katakan dari 13 juta kita kurangi 10 persen diganti dengan sagu lalu dioplos. Kalau dari 10 persen diganti dengan sagu, artinya ada peluang 1.3 juta ton sagu per tahun," rinci Irwan.

Jika itu dilakukan pemerintah, bisnis sagu di seluruh Indonesia berkembang. Dari total luas sagu seluruh dunia menurut ITB luasnya sekitar 65 juta hektar. Diman 5 juta hektarnya ada di Indonesia dan terluas ada di Papua.

"Kami cuma sebagian kecil saja tapi yang punya perhatian memproduksi baru kami."

Sesuatu hal yang baru mesti didorong sama sama menuju kedaulatan pangan. Saat ini beras impor, sebab untuk menanam padi perlu lahan yang bagus. Masalahnya sekarang lahan-lahan padi berebutan dengan industri dan perumahan, makin hari makin wempit.

Itu sebabnya, diperkirakan produksi padi bakal terus surut tak sebanding jumlah penduduk yang terus naik. Untuk jangka panjang kebutuhan beras bakal krisis. Ini berimbas krisis bahan pangan nasional.

"Sagu melimpah. Mengapa kita tidak menggeser sagu jadi makanan pokok," pesan Irwan memberi solusi alternatif.

Editor : Sahdan

Berita Terkait