Novel Baswedan Sebut Cairan Dipakai untuk Menyerangnya Bisa Melepuhkan Beton

Katakabar.com - Novel Baswedan, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyangkal sebagian isi dakwaan kasus penyerangan terhadap dirinya yang terjadi pada 11 April 2017. Salah satu yang disangkal oleh Novel adalah cairan yang digunakan untuk menyerang dirinya.

Dalam dakwaan disebut pelaku Rahmat Kadir dan Ronny Bugis menggunakan asam sulfat (H2SO4) atau yang biasa disebut aki untuk menyerang Novel.

"Terkait yang dikatakan bahwa air yang disiramkan ke muka saya adalah air aki. Ini jelas tidak masuk akal. Karena sudah saya perlihatkan foto-foto di persidangan bahwa beton, di mana pelaku ini sedang menuang air keras dari botol ke gelas, itu ada bekas melepuh," ujar Novel usai sidang di PN Jakarta Utara, Kamis (30/4).

Menurut Novel, foto bekas beton melepuh di tempat kejadian perkara sudah dia sampaikan ke persidangan. "Bekas lepuhan yang sama di TKP tempat saya diserang air keras," kata Novel.

Menurut Novel, dakwaan terhadap Rahmat Kadir dan Ronny Bugis yang menyebut dirinya disiram dengan air aki sangat mudah dipatahkan. Apalagi, menurut Novel, Komnas HAM menemukan alat bukti berupa botol di tempat persiapan sebelum dirinya diserang.

"Saya diserang dengan menggunakan mug yang berisi air keras. Jadi saya kira itu menunjukan suatu hal yang jelas. Ditambah lagi ketika gelas atau mug itu ditemukan, dan kemudian dilihat masih ada air kerasnya, tetangga-tetangga saya yang memindahkan dari lokasi saya diserang. Tetangga mencium aroma yang sangat menyengat," kata Novel.

"Dan aroma itu tidak mungkin terjadi jika yang dipakai itu air aki. Jadi pastilah itu cairan kimia yang bersifat asam, atau basa," jelas Novel. Liputan6.com

 

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait