November, Kemenhub Terapkan Inaportnet Untuk 25 Pelabuhan, Tanjung Buton Masuk

Siak, katakabar.com - Kementrian Perhubungan RI akan menerapkan layanan kapal dan barang berbasis online Inaportnet untuk 25 pelabuhan di Indonesia pada tahun ini. Satu di antaranya, Pelabuhan Tanjung Buton di Kabupaten Siak, Riau.

Menurut Direktur BUP PT Samudera Siak, Bob Nofitriansyah, diterapkannya Inaportnet tersebut untuk menciptakan pelayanan kapal dan barang yang lebih cepat, valid dan transparan.

"Sudah 33 pelabuhan di Indonesia menerapkan sistem ini. Dan tahun ini, menyusul 25 pelabuhan lagi. Satu antaranya, Pelabuhan Tanjung Buton. Insya Allah, Akhir November nanti di launching secara serentak," kata Bob kepada katakabar.com, Rabu (21/10).

Dengan adanya sistem itu, kata Bob, akan mempermudah segala pelayanan di kawasan pelabuhan. Mulai dari pengurusan perizinan kapal, bongkar muat, hingga pengurusan pembayaran.

"Selama ini dilakukan secara manual. Pengguna jasa di pelabuhan Tanjung Buton harus datang ke KSOP jika mengurus semua persoalan tadi. Tapi, jika nanti sudah menggunakan sistem Inaportnet, dimana saja bisa mengurus persoalan tadi dengan mengunakan aplikasi berbasis android," kata dia.

Di Provinsi Riau, lanjut Bob, sudah dua pelabuhan menggunakan sistem ini, yakni pelabuhan Pekanbaru dan Dumai. 

Maka itu, untuk mematangkan penggunaan sistem tersebut, pihaknya juga sudah mensosialisasikan aplikasi itu kepada seluruh pengguna jasa di Pelabuhan Tanjung Buton, mulai dari agen kapal, KSOP dan asosiasi tenaga bongkar muat. 

"Tujuan kita mensosialisasikan itu supaya seluruh stekholder tahu bahwa untuk masuk ke sistem itu menggunakan pin yang terintegrasi langsung ke KSOP. Jadi, untuk mendapatkan pin tersebut, daftar dulu ke KSOP. Kalau persyaratan sudah lengkap, baru dapat pin masuk aplikasi tersebut," kata Bob.

Terpisah, PLT Kadishub Siak, Junaidi mengatakan, pihaknya sangat mendukung trobosan yang dibikin BUP. Dikatakan Junaidi, sudah saatnya Pelabuhan Tanjung Buton berbenah agar lebih maju lagi. 

"Inaportnet ini sangat evektif untuk menunjang PAD. Sebab, semuanya sudah tersistem di satu aplikasi. Sekarang, tergantung BUP lagi menyediakan SDM yang harus memumpuni agar sistem ini berjalan dengan baik," kata Junaidi.

Apalagi, lanjut Junaidi, sarana-prasarana untuk menunjang kemajuan pelabuhan sudah mulai terealisasi. Seperti jalan, air bersih dan listrik.

"Jalan, tahun ini mulai dibangun. Proyeknya senilai Rp147 miliar dan sudah di lelang. Sementara jaringan air bersih, Insya Allah, tahun depan mulai dibangun. Kedua proyek ini dari APBN (pusat). Begitu pula dengan listrik. Kita sudah berupaya tahun depan agar jaringan listrik masuk ke kawasan pelabuhan. Arusnya, sudah ada. Namun harus ada penambahan gardu," ujar Junaidi.

Editor : Sahril

Berita Terkait