Ojo Mudik, Lagu Terakhir Didi Kempot

  • Reporter: Anggi
  • 05 Mei 2020, 14:10:41 WIB
  • Nusantara, Lifestyle, Serba Serbi

Katakabar.com - Didi Kempot masih membuat karya sebelum meninggal dunia. Beberapa hari lalu, ia resmi merilis lagu Ojo Mudik yang merupakan karya serta pesannya kepada para penggemar yang merantau di tengah pandemi.

Lagu tersebut bahkan menggandeng sejumlah pejabat di Solo, seperti Walikota FX Hadi Rudyatmo, Komandan Kodim 0735/Surakarta Letkol (Inf) Wiyata Sempana Aji, dan Kapolresta Surakarta AKBP Andy Rifai.

Lagu dimulai dengan gending gamelan yang diiringi suling dan permainan kibor. Didi Kempot dan Walikota Solo pun muncul di awal video.

"Mak Bedunduk/ Mak Pethungul / Virus Corona nengapa kowe njedhul // Mak Bedunduk/ Mak Pethungul / aja cedhak-cedhak awas aja padha ngumpul //" lantun Didi yang menggambarkan kekesalan dirinya atas kemunculan virus corona yang mendadak dan memperingatkan masyarakat tidak saling berkumpul.

Video tersebut selanjutnya menggambarkan gerakan untuk saling menjaga jarak, cuci tangan, pakai masker oleh para petugas TNI dan Kepolisian, juga masyarakat. Didi juga meminta penggemarnya untuk berdoa dengan keras dan bersatu melawan corona agar segera selesai.

"Neng omah wae / di rumah saja / bersama-sama ayo lawan corona //" lantun Didi.

Kemudian, suara Didi Kempot muncul mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudik terlebih dahulu. Ia menyebut keluarga di kampung halaman pasti memahami terkait kondisi yang sedang terjadi.

Lagu ini merupakan salah satu upaya Didi Kempot membantu pemerintah dan masyarakat melawan pandemi. Dia juga sempat terlibat dalam konser amal untuk penanggulangan virus corona.

Selain lagu Ojo Mudik, Didi Kempot sebelum meninggal dunia juga baru saja menyelesaikan lagu Yuni Shara. Hal itu diakui oleh kakak kandung Didi Kempot, Lilik.

"Berangkat ke studio menyelesaikan lagu Yuni Shara," ujar Lilik saat wawancara dengan CNN TV, Selasa (5/5).

Setelah itu, suhu tubuh Didi panas ketika pulang dari studio. Didi kemudian berencana ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisinya.

Asisten manajer humas RS Kasih Ibu, Divan Fernandez, mengatakan bahwa Didi dilarikan ke tempatnya bekerja, tapi nyawanya tak tertolong.

Didi Kempot adalah salah satu fenomena dalam musik Indonesia, terlepas dari namanya kian viral melambung dalam beberapa tahun terakhir. Musisi kelahiran 31 Desember 1966 ini sejatinya telah bermusik sejak 1984. Ia menjalani karier bermusik dari tahap yang amat bawah, menjadi pengamen.

"Saya mengamen mulai 1984, masih remaja usia 18 tahun. Belajar gitar otodidak, gitar itu saya dapat dengan nekat, menjual sepeda pemberian ayah saya untuk dibelikan gitar," kata Didi saat berbincang dengan CNNIndonesia.com di Solo, Juli 2019.

Namun bakat seni musik yang berasal dari sang ayah mengalir deras dalam nadinya. Hal itu kemudian membantu Didi dalam menciptakan lirik yang mampu membuat pendengarnya tergugah.

Didi Kempot sudah menghasilkan puluhan album, setidaknya yang tercatat ada Stasiun Balapan (1999), Modal Dengkul, Tanjung Mas Ninggal Janji, Seketan Ewu, Plong (2000), Ketaman Asmoro (2001), Poko'e Melu (2002), Cucak Rowo (2003), Jambu Alas bersama Nunung Alvi (2004) dan Ono Opo (2005).

Bahkan, dirinya menyebut sudah membuat sampai 700 lagu sepanjang dia berkarier meskipun kini pencatatannya masih dalam proses.

Editor : Anggi

Berita Terkait